Kamis, 20 Maret 2014

part 8 protocol of zion

Pemakaian mendua terhadap hak-hak juridis. Asisten-asisten pada direktorat Masonik. Sekolah-sekolah khusus dan pelatihan super-edukasi. Ekonom dan miliyuner. Kepada siapa pos-pos penting pemerintahan dipercayakan.

Kita harus mempersenjatai diri kita sendiri dengan semua jenis persenjataan yang mungkin digunakan oleh lawan-lawan kita. Kita harus melangkah ke luar di bawah naungan-naungan ekspresi yang sangat halus dan butir-butir kosakata justifikasi hukum yang rumit untuk kasus-kasus di mana kita harus mengumumkan hasil-hasil penilaian kita yang mungkin muncul dengan berani di luar kebiasaan dan tidak adil, yang wajib dilakukan karena resolusi-resolusi ini harus diajukan dalam ekspresi-ekspresi yang memperlihatkan penjunjungan tinggi terhadap prinsip-prinsip moral yang disusun dalam bentuk hukum. Direktorat kita harus mengelilingi dirinya sendiri dengan semua kekuatan peradaban, di tengah-tengah mana direktorat itu harus bekerja. Direktorat itu mengelilingi dirinya sendiri dengan penerbit-penerbit, praktisi-praktisi hukum, administrator-administrator, diplomat-diplomat, dan pada akhirnya, dengan orang-orang yang disiapkan melalui sebuah pelatihan super-pendidikan khusus di sekolah-sekolah khusus kita. Orang-orang ini akan memiliki tanggungjawab atas semua rahasia dari struktur sosial, mereka akan mengetahui semua bahasa yang dapat disusun dengan alfabet-alfabet dan kata-kata politik; mereka akan dibuat mampu memahami seluruh bagian terdalam dari alam manusia, yang dengan semua tali-tali sensitif itu mereka harus memainkannya. Tali-tali sensitif ini adalah perangkat ingatan Goyim, kecenderungan-kecenderungan, kelemahan-kelemahan, sifat-sifat buruk dan baik mereka, kekhususan-kekhususan dari kelas-kelas dan kondisi-kondisi dari Goyim. Perlu diingat bahwa asisten-asisten berbakat dari otoritas, yang saya bicarakan ini, tidak akan diambil dari kalangan Goyim, yang telah terbiasa melakukan pekerjaan administrasi tanpa menyulitkan diri mereka sendiri dengan pikiran-pikiran tentang tujuan-tujuan dari pekerjaan-pekerjaannya itu, dan tidak pula mempertanyakan tentang kegunaannya. Para penyelenggara pemerintahan Goyim itu menandatangani dokumen-dokumen tanpa membacanya terlebih dahulu, dan mereka itu bekerja karena upah atau ambisi.
Akan kita kelilingi pemerintah kita ini dengan ekonom-ekonom dari seluruh dunia. Itulah sebabnya mengapa ilmu-ilmu ekonomi membentuk subyek utama pengajaran yang diberikan kepada orang-orang Yahudi. Di keliling kita akan ada lagi sebuah konstelasi menyeluruh yang meliputi bankir-bankir, industrialis-industrialis, kapitalis-kapitalis, dan - yang paling utama - jutawan-jutawan, karena di dalam substansinya segala sesuatu itu akan selesai oleh masalah figur-figur.
Untuk sementara, sampai tidak ada lagi resiko apa pun di dalam mempercayakan pos-pos penting di Negara-Negara kita kepada saudara-saudara Yahudi kita, akan kita berikan pos-pos penting itu kepada orang-orang yang masa lalu dan reputasinya sedemikian rupa di mana di antara mereka dan rakyat mereka terdapat sebuah jurang pemisah yang amat dalam, yaitu orang-orang yang apabila tidak tunduk-patuh pada instruksi-instruksi kita harus menghadapi tuduhan-tuduhan akan melakukan tindak kejahatan atau dilenyapkan - yang bertujuan untuk membuat mereka selalu siap membela kepentingan-kepentingan kita hingga nafas terakhir mereka.


BACA JUGA TENTANG Protocol Of  Zion:


http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-23-protocol-of-zion_20.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-23-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-22-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-21-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-20-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-19-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-18-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-17-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-16-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-15-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-14-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-13-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-12-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-11-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-10-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-9-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-8-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-7-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-6-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-5-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-4-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-3-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-2-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/the-protocols-of-learned-elders-of-zion.html


0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.