Monopoli: pada monopoli bergantung
nasib Goyim. Pengambilalihan lahan dari tangan aristokrasi. Perdagangan,
Industri, dan Spekulasi. Kemewahan. Kenaikan upah dan peningkatan harga
barang-barang kebutuhan pokok. Anarkisme dan pemabukan. Makna rahasia
dari propaganda teori-teori ekonomi.
Tidak lama lagi kita akan menguasai
monopoli-monopoli raksasa, reservoir-reservoir milik orang-orang kaya
kolosal, yang di atas monopoli-monopoli itu nasib-nasib besar dari Goyim
akan bergantung sedemikian rupa di mana mereka akan jatuh hingga ke
dasar bersama kredit dari Negara-negara mereka pada hari setelah
kehancuran politik ...
Anda tuan-tuan terhormat yang ada di sini, para ekonom, cukup mencari estimasi dari arti penting kombinasi ini! ...
Dengan semua cara harus kita kembangkan
makna penting dari Super Pemerintah [Pemerintah Bangsa-Bangsa] kita ini
dengan menggambarkannya sebagai Pelindung dan Penderma bagi semua mereka
yang secara sukarela tunduk pada kita.
Aristokrasi Goyim sebagai sebuah
kekuatan politik telah mati - kita tidak perlu memperhatikannya lagi;
namun sebagai pemilik-pemilik lahan, mereka masih bisa membahayakan kita
dengan adanya kenyataan bahwa mereka masih bisa mencukupi kebutuhan
diri mereka sendiri pada sumberdaya-sumberdaya lahan di mana mereka
menggantungkan hidup. Oleh sebab itu, penting sekali bagi kita, dengan
cara apa pun, untuk mencabut ketergantungan mereka pada lahan-lahan
mereka. Sasaran ini paling tepat ditembak dengan meningkatkan
beban-beban atas kepemilikan lahan tersebut - yakni dengan membebaninya
dengan hutang-hutang. Tindakan-tindakan ini akan mengurangi kepemilikan
lahan dan membuat mereka tetap dalam posisi rendah dan tunduk-patuh
tanpa syarat.
Para aristokrat Goyim, yang
turun-temurun tidak berdaya mengatasi kemiskinan mereka sendiri, walau
sedikit, akan dengan cepat menjadi lumpuh dan mati.
Pada saat yang sama kita harus secara
intensif mempatroni perdagangan dan industri, tapi yang pertama dan
terpenting adalah memainkan peran spekulasi untuk menyediakan konter
penyeimbang bagi industri: absennya industri spekulatif akan
menggandakan modal di dalam genggaman swasta yang akan berperan
memulihkan pertanian dengan membebaskan lahan dari keberhutangan kepada
bank-bank tanah. Apa yang kita inginkan adalah bahwa industri harus
menyedot tenaga kerja dan modal dari lahan itu, dan dengan cara-cara
spekulasi memindahkan semua uang di seluruh dunia ke dalam tangan-tangan
kita, dan dengan demikian melemparkan seluruh Goyim ke dalam
barisan-barisan proletariat. Kemudian Goyim itu akan membungkuk di
hadapan kita, hanya dengan alasan untuk mempertahankan hak hidup mereka
semata.
Untuk menyempurnakan keruntuhan industri
Goyim ini, akan kita gunakan bantuan spekulasi kemewahan yang telah
kita kembangkan di kalangan Goyim, di mana tuntutan keserakahan pada
kemewahan akan menelan segala sesuatu. Akan tetapi, akan kita naikkan
tingkat-tingkat upah, yang tidak akan memberikan keuntungan apa pun
kepada para buruh, karena pada saat yang sama, akan kita naikkan
harga-harga kebutuhan hidup bahan-bahan pokok dengan alasan bahwa
kenaikan itu disebabkan oleh penurunan hasil-hasil pertanian dan
pembiakan ternak; akan kita gangsir semakin dalam dengan penuh kelicikan
sumber-sumber produksi, dengan membiasakan para buruh berbuat anarki
dan mabuk-mabukan, dan bahu-membahu untuk melakukan semua tindakan
pembabatan habis dari muka bumi ini seluruh kekuatan terpelajar dari
Goyim.
Agar makna sebenarnya dari segala
sesuatu itu tidak menyerang Goyim sebelum waktu yang tepat tiba, akan
kita sembunyikan makna itu dengan alasan karena keinginan besar untuk
melayani kelas-kelas pekerja dan prinsip-prinsip besar ekonomi politik
di mana teori-teori ekonomi kita itu sedang menjalankan propaganda
energiknya.
BACA JUGA TENTANG Protocol Of Zion:
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-23-protocol-of-zion_20.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-23-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-22-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-21-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-20-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-19-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-18-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-17-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-16-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-15-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-14-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-13-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-12-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-11-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-10-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-9-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-8-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-7-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-6-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-5-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-4-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-3-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-2-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/the-protocols-of-learned-elders-of-zion.html
BACA JUGA TENTANG Protocol Of Zion:
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-23-protocol-of-zion_20.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-23-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-22-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-21-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-20-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-19-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-18-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-17-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-16-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-15-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-14-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-13-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-12-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-11-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-10-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-9-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-8-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-7-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-6-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-5-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-4-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-3-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-2-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/the-protocols-of-learned-elders-of-zion.html

0 komentar:
Posting Komentar