Ular Simbolik dan maknanya.
Ketidakstabilan pasal-pasal konstitusional. Teror di istana-istana.
Kekuasaan dan ambisi. ‘Pembual-pembual" Parlemen, pamflet-pamflet.
Penyalahgunaan kekuasaan. Perbudakan ekonomi. "Hak Rakyat". Sistem
monopolis dan aristokrasi. Laskar Mason-Jewry. Dekresen (peniadaan bulan
sabit) dari Goyim. Kelaparan dan hak-hak modal. Mob dan penobatan
"Penguasa Berdaulat seluruh dunia." Aturan fundamental dalam program
ajaran-ajaran nasional Masonik masa depan. Rahasia sains tentang
struktur masyarakat. Krisis ekonomi universal. Keamanan "kita" (yakni
rakyat kita, Yahudi). Despotisme Masonry - kerajaan intelektual.
Hilangnya tuntunan. Masonry dan Revolusi Besar Perancis. Raja-Despot
dari darah Zion. Sebab-sebab ketidakterkalahkan Masonry. Bagian yang
dimainkan agen-agen Masonik rahasia. Kebebasan.
Hari ini saya bisa mengatakan kepada
anda sekalian bahwa tujuan kita sekarang ini tinggal beberapa langkah
saja lagi. Hanya tinggal satu ruang kecil saja lagi untuk dilintasi, dan
seluruh lorong yang telah kita tapaki itu kini siap untuk ditutup oleh
belitan Ular Simbolik ( Symbolic Snake ), di mana Ular Simbolik itu kita
simbolkan sebagai rakyat kita. Ketika lingkar itu menutup, semua Negara
Eropa akan terkurung di dalam belitannya bagaikan berada di dalam
sebuah kurungan buruk-jahat yang amat kuat.
Pasal-pasal ( Scales ) konstitusi masa
kini tidak lama lagi akan macet, karena pasal-pasal itu telah kita susun
dengan kekurangan tertentu dalam keakuratan keseimbangannya dengan
tujuan agar pasal-pasal itu bisa diombang-ambingkan ke kiri dan ke kanan
tiada henti sampai pasal-pasal konstitusi itu menjadi haus karena
perpusingan melalui porosnya. Goyim akan merasa bahwa mereka telah
mematri pasal-pasal itu dengan cukup kuat dan mereka telah menunggu
sekian lama dengan harapan bahwa pasal-pasal itu akan mencapai
ekuilibriumnya. Akan tetapi, poros-poros itu - yakni, raja-raja di atas
tahta-tahta mereka - terkurung oleh wakil-wakil mereka yang bertindak
bodoh, karena dibingungkan oleh kekuasaan mereka yang sudah tidak
terkendali lagi serta tidak bertanggungjawab. Kekuasaan ini mereka
peroleh melalui teror yang dihembuskan ke dalam istana-istana. Karena
mereka tidak punya cara lain untuk menjangkau langsung ke tengah-tengah
rakyat mereka, maka tahta-tahta empuk itu tidak bisa lebih lama lagi
mereka pertahankan; kekuasaan yang juga mereka gunakan untuk memperkuat
diri mereka sendiri terhadap serangan para pemburu kekuasaan. Kita telah
menggali sebuah jurang yang dalam yang memisahkan Kekuasaan Maha Daulat
yang sangat bijak dari kekuatan rakyat yang buta, sehingga arti penting
dari kedua kekuatan itu menjadi hilang total, persis seperti halnya
orang buta dengan tongkatnya, di mana keduanya terpisah tidak berdaya.
Agar bisa merangsang para pemburu
kekuasaan itu menyalahgunakan kekuasaan mereka, kita setel semua
kekuatan untuk saling berlawanan satu dengan lainnya, kita seret
kecenderungan-kecenderungan liberal mereka ke arah independensi. Pada
ujung ini telah kita kacaukan setiap bentuk kegiatan usaha, telah kita
telah persenjatai semua pihak, telah kita pasang kekuasaan sebagai
target untuk setiap ambisi. Di Negara-Negara ini telah kita dirikan
arena-arena gladiator di mana terdapat sekeranjang isu yang
membingungkan ..... Tidak berapa lama lagi kekacauan dan kebangkrutan
pun akan menjadi universal .....
Para penceloteh tak kenal lelah telah
memasuki kontes-kontes pidato untuk menduduki Badan-Badan Parlementer
dan Pemerintahan. Para jurnalis berani dan penebar pamflet tiap hari
menyerang pejabat-pejabat eksekutif. Para penyalahguna kekuasaan akan
membuat sentuhan akhir untuk menyiapkan semua lembaga untuk meruntuhkan
lembaga-lembaga itu, dan segala sesuatu pun akan berhamburan ke udara
karena hantaman mob yang menggila.
Seluruh rakyat makin kuat dibelenggu
oleh kerja keras yang diakibatkan oleh kemiskinan yang lebih parah
daripada yang sudah-sudah akibat perbudakan dan perhambaan; dari sini,
karena satu dan lain hal, mereka yang dahulunya bisa membebaskan diri,
kini dapat diatasi, mereka tidak akan pernah bisa lepas lagi. Kita telah
masukkan ke dalam konstitusi itu pasal-pasal sedemikian rupa sehingga
menurut pandangan kelompok-kelompok massa akan nampak sebagai yang
pasal-pasal yang diada-adakan, bukan merupakan pasal-pasal yang
seharusnya. Semua yang dinamakan sebagai "Hak-Hak Asasi Rakyat ( People
Rights )" ini hanya ada di dalam cita-cita saja, cita-cita yang tidak
akan pernah bisa diwujudkan dalam kehidupan sebenarnya. Lihatlah buruh
proletariat, yang membungkuk dua kali karena pekerjaannya, yang diremuk
oleh nasib buruknya, karena para peceloteh yang diberi hak berceloteh,
karena para jurnalis yang diberi hak mencorat-coret segala sesuatu yang
tidak benar bercampur dengan yang benar, ketika proletariat itu tidak
mendapat keuntungan apa pun dari konstitusi yang hanya menyisakan
remah-remah roti belas kasihan, yang kita lemparkan dari meja kita
sebagai balasan atas suara yang mereka berikan kepada kita, karena
setuju pada apa yang kita diktekan, setuju dengan orang-orang yang kita
tempatkan pada kekuasaan, yang sebenarnya adalah pekerja-pekerja agentur
kita ..... Hak-hak Republik terhadap seorang lelaki miskin itu tidak
lebih dari seberkas ironi pahit, karena untuk keperluan itu ia harus
bekerja keras hampir tiap hari yang memberinya sesuatu yang nyaris tak
berarti, tapi di pihak lain merampas semua jaminan reguler dan
pendapatan-pendapatan tertentu dari si miskin itu, yang membuat dia
bergantung kepada pemogokan-pemogokan yang dilakukan oleh para
kawan-kawan seperjuangan ( komrad )nya atau dikurung oleh tuan-tuannya.
Orang-orang yang berada di bawah kendali
kita telah menghancurkan aristokrasi, yang dahulunya adalah satu dan
satu-satunya pertahanan dan ibu angkat mereka yang terikat dengan
kesejahteraan mereka. Sekarang, setelah aristokrasi hancur, rakyat jatuh
ke dalam genggaman bajingan-bajingan pemutar uang yang kejam, yang
telah meletakkan beban bengis dan kasar di atas pundak-pundak para
pekerja itu.
Kini kita naik ke pentas sebagai
penyelamat-penyelamat akuan rakyat, yang timbul dari penindasan kita,
dan kita usulkan kepada mereka untuk memasuki barisan-barisan dari
kekuatan-kekuatan tempur kita - yakni Sosialis-Sosialis,
Anarkis-Anarkis, Komunis-Komunis - dan kepada mereka selalu kita berikan
dukungan menurut aturan persaudaraan akuan (dari solidaritas semua
humanis dari Masonry sosial kita). Aristokrasi, yang nampak seolah-olah
sebagai golongan yang menikmati undang-undang ketenagakerjaan untuk para
pekerja, sebenarnya tertarik untuk melihat para pekerja itu cukup
pangan, sehat, dan kuat. Sebaliknya, kita tertarik pada ujung yang lain -
pengurangan, pembunuhan Goyim. Kekuatan kita terletak pada kekurangan
pangan yang kronis dan kelemahan fisik dari para pekerja karena dengan
semua itu dapat mengimplikasikan bahwa mereka itu dapat dijadikan budak
keinginan kita, dan mereka tidak akan dapat menemukan, dengan
otoritas-otoritas mereka sendiri, kekuatan atau energi untuk menentang
kemauan kita. Kelaparan menciptakan hak modal untuk mengatur pekerja
lebih meyakinkan lagi daripada yang diberikan oleh aristokrasi menurut
keabsahan otoritas dari raja-raja.
Karena ketiadaan, kecemburuan dan
kebencian yang timbul, maka akan kita gerakkan kelompok-kelompok mob ,
yang melalui tangan-tangan mereka sendiri, akan kita sapu semua yang
menghalangi kita di jalan kita.
Ketika tiba saatnya bagi Tuan Penguasa
Dunia kita untuk dinobatkan, maka tangan-tangan yang sama inilah yang
akan menyapu habis semua yang menjadi penghalang kita.
Goyim telah kehilangan kebiasaan
berpikir mereka, kecuali jika digerakkan dengan saran-saran dari
spesialis-spesialis kita. Oleh karena itu mereka tidak bisa melihat
keperluan mendesaknya dari apa yang akan segera kita adopsi, pada saat
kerajaan kita datang, bahwa di sekolah-sekolah nasional perlu sekali
diberikan sebuah ilmu pengetahuan sederhana dan tulen, yang merupakan
basis bagi seluruh ilmu pengetahuan, yaitu ilmu pengetahuan tentang
struktur kehidupan manusia, tentang eksistensi sosial, yang membutuhkan
pembagian kerja, yang berakibat pada pembagian manusia menjadi
kelas-kelas dan kondisi-kondisi. Hal ini esensial bagi semua orang untuk
mengetahui bahwa karena adanya perbedaan di dalam obyek-obyek kegiatan
manusia inilah maka tidak bisa ada persamaan ( equality ) apa pun,
sehingga ia yang dengan tindakan-tindakan komprominya itu tidak
menyebabkan seluruh kelas menjadi sama dengan dia di dalam
pertanggungjawabannya di hadapan hukum, yang akibatnya tidak mengenai
siapa pun kecuali kehormatan dirinya sendiri. Ilmu pengetahuan tulen
tentang struktur masyarakat, sebuah ilmu yang kita larang Goyim memasuki
rahasia-rahasianya, akan memperlihatkan kepada seluruh manusia bahwa
posisi-posisi dan kerja itu harus selalu tetap berada di dalam sebuah
lingkaran tertentu, di mana posisi-posisi dan pekerjaan itu tidak boleh
menjadi sumber penderitaan manusia, yang timbul dari pendidikan yang
tidak berkait dengan pekerjaan, yang individu-individunya disuruh untuk
melakukannya. Setelah melalui sebuah studi mendalam terhadap ilmu
pengetahuan ini orang-orang akan secara sukarela tunduk pada otoritas
kita dan menerima posisi seperti tersebut sebagaimana yang telah
ditetapkan atas mereka di dalam Negara. Dalam keadaan ilmu pengetahuan
dan pengarahan sekarang ini, kita serahkan pengembangannya kepada
rakyat, yang begitu saja mempercayai seluruh hasil-hasil yang tercetak -
yaitu harapan-harapan - berkat adanya desakan-desakan yang sebenarnya
ditujukan untuk menyesatkan mereka sendiri dan berkat kedunguan mereka
sendiri - hasil-hasil cetakan berupa kebencian buta terhadap semua
kondisi yang mereka anggap berada di luar diri mereka sendiri, karena
mereka tidak memiliki pemahaman tentang makna kelas dan kondisi.
Kebencian ini masih akan terus membesar
sebagai akibat dari pengaruh-pengaruh krisis ekonomi, yang akan
menghentikan semua urusan pertukaran dan memacetkan industri. Dengan
menggunakan seluruh metoda bawah tanah rahasia, yang terbuka hanya bagi
kita sendiri, dan dengan bantuan emas, yang semuanya itu telah berada di
dalam genggaman kita, maka akan kita ciptakan sebuah krisis ekonomi
universal, di mana akan kita hantarkan ke jalan-jalan seluruh kelompok
mob pekerja secara serentak di seantero negara-negara Eropa. Mob-mob ,
yang karena keculunan mereka, bergegas dengan bersorak-sorai melakukan
pembunuhan-pembunuhan, sebagai akibat dari kebencian mereka yang telah
lama pendam sejak masa kanak-kanak mereka. Dan semua harta benda pun
akan mudah mereka jarahi.
Harta milik kita tidak akan dapat mereka
sentuh, karena saat penyerangan itu telah kita ketahui sebelumnya,
sehingga kita dapat melakukan tindakan-tindakan pencegahan untuk
melindungi harta benda milik kita sendiri.
Telah kita perlihatkan bahwa kemajuan
itu akan membawa semua Goyim kepada kedaulatan intelektual (
soverreignty of reason ). Despotisme kita akan persis seperti itu;
karena despotisme itu akan mengetahui bagaimana penyiksaan bijaksana ini
akan menenangkan semua keresahan dan membakar liberalisme ke luar dari
seluruh lembaga.
Ketika massa rakyat telah melihat bahwa
semua konsesi dan keikutsertaan itu telah diberikan kepada mereka atas
nama kebebasan ( freedom ), maka massa rakyat itu dapat membayangkan
diri mereka sendiri telah menjadi tuan penguasa berdaulat dan meretas
jalan mereka sendiri menuju ke kekuasaan. Akan tetapi, secara alami,
seperti halnya setiap orang buta, massa rakyat itu menemukan banyak
sekali batu sandungan, sehingga mereka bersegera mencari sebuah tuntunan
lain. Mereka tidak akan pernah punya keinginan untuk kembali kepada
keadaan sebelumnya, dan mereka telah menyerahkan kekuatan-kekuatan
berkuasa penuh mereka di bawah kaki-kaki kita. Ingat saja Revolusi Besar
Perancis, di mana kitalah yang telah memberikan nama "Besar" itu:
Rahasia-rahasia untuk mempersiapkan Revolusi Besar itu kita ketahui
sangat jelas, karena seluruh rencana itu sebenarnya merupakan hasil
karya dari tangan-tangan kita sendiri.
Sejak saat itu kita mulai menggiring
rakyat-rakyat dari satu kekecewaan kepada kekecewaan-kekecewaan lainnya,
sehingga pada akhirnya mereka terpaksa berpaling kepada kita, demi si
Raja Despot berdarah Zion, yang sedang kita siapkan untuk dunia ini.
Pada masa sekarang ini kita, sebagai
sebuah kekuatan internasional, tidak terkalahkan, karena bila diserang
oleh sebuah Negara, maka kita akan didukung oleh Negara-Negara lain.
Kekuatan kita ini merupakan raskalitas yang amat sangat dalam bagi
rakyat-rakyat Goyim, yang merangkak di atas perut-perut mereka, untuk
meraih kekuasaan, tidak berbelas kasihan terhadap kelemahan, tidak kenal
ampun terhadap kekeliruan-kekeliruan, dan sangat gemar pada tindak
kejahatan, tidak mau memikul kontradiksi-kontradiksi dari sebuah sistem
sosial bebas, tetapi sabar pada kesyahidan di bawah kekerasan dari
despotisme keras - kualitas-kualitas inilah yang membantu kita pada
independensi. Dari diktator-diktator utama masa sekarang inilah
rakyat-rakyat Goyim dengan penuh kesabaran menanggung derita, dan
menahan siksaan-siksaan berat semacam ini, karena mereka yang paling
kurang sabar tentunya telah memenggal dua puluh raja.
Apa penjelasan bagi fakta ini, dari
ketidakbertanggungjawaban aneh dari masa-masa rakyat, dalam sikap mereka
terhadap apa yang seharusnya nampak sebagai kejadian-kejadian yang
tertata sama?
Hal ini dapat dijelaskan dengan adanya
fakta bahwa para diktator ini membisiki rakyat-rakyat mereka, melalui
agen-agen mereka, bahwa dengan praktek-praktek penyelewengan inilah
mereka mencederai Negara-Negara dengan tujuan puncak untuk mengamankan
kesejahteraan rakyat-rakyat, persaudaraan internasional, solidaritas,
dan persamaan hak-hak mereka. Hanya saja, mereka tidak mengatakan hal
ini kepada rakyat-rakyat mereka, bahwa unifikasi ini harus disempurnakan
hanya di bawah pemerintahan berdaulat kita.
Oleh karena itu rakyat mengutuk yang
lurus dan membebaskan yang berdosa, selalu dan tidak pernah berhenti
merayu rakyat, bahwa mereka dapat melakukan apa saja yang mereka
kehendaki. Berkat keadaan seperti inilah maka rakyat merusak setiap
stabilitas dan menciptakan kekacauan pada setiap langkah mereka.
Kata "freedom" itu adalah untuk membawa
kelompok-kelompok masyarakat kepada penentangan terhadap setiap macam
kekuatan, melawan setiap otoritas, bahkan menentang Tuhan dan hukum alam
juga. Untuk alasan inilah, maka ketika kita memasuki kerajaan kita,
kita harus menghapus kata ini dari kamus kehidupan kita, karena
mengimplikasikan prinsip kekuatan brutal yang telah membawa para mob itu
menjadi binatang-binatang haus darah.
Binatang-binatang ( beasts ) ini pasti
jatuh tertidur lelap setelah mereka kenyang minum darah, sehingga pada
saat-saat seperti itu dapat dengan mudah dipancang pada rantai-rantai
mereka. Akan tetapi, apabila mereka tidak diberi darah, mereka tidak
akan pernah bisa tidur dan akan terus berkelahi.
BACA JUGA TENTANG Protocol Of Zion:
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-23-protocol-of-zion_20.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-23-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-22-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-21-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-20-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-19-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-18-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-17-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-16-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-15-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-14-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-13-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-12-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-11-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-10-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-9-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-8-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-7-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-6-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-5-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-4-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-3-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-2-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/the-protocols-of-learned-elders-of-zion.html
BACA JUGA TENTANG Protocol Of Zion:
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-23-protocol-of-zion_20.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-23-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-22-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-21-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-20-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-19-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-18-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-17-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-16-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-15-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-14-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-13-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-12-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-11-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-10-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-9-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-8-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-7-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-6-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-5-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-4-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-3-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-2-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/the-protocols-of-learned-elders-of-zion.html

0 komentar:
Posting Komentar