Adalah sangat penting sekali bagi
tujuan-tujuan kita bahwa peperangan itu, kalau perlu selama mungkin,
tidak harus menghasilkan pertambahan teritorial: jadi perang itu akan
dilakukan atas dasar pertimbangan ekonomi, di mana bangsa-bangsa akan
dapat merasakan kekuatan dan keunggulan kita melalui bantuan yang kita
berikan, dan dengan dirasakannya hal ini akan menempatkan kedua belah
pihak pada belas kasihan dari agentur internasional kita: yang selalu
memiliki jutaan mata untuk mengawasi tanpa dirintangi oleh
batasan-batasan apa pun. Kemudian hak-hak internasional kita akan
meniadakan hak-hak nasional, dalam pengertian hak yang cocok, dan akan
mengatur bangsa-bangsa persis seperti undang-undang sipil dari
Negara-Negara yang mengatur hubungan-hubungan antar rakyat-rakyat mereka
sendiri.
Para penyelenggara pemerintahan, yang
akan kita pilih dari kalangan publik secara ketat dalam hal kemampuan
mereka tunduk patuh sepenuhnya, tidak akan dijadikan orang-orang yang
terlatih dalam seni pemerintahan, sehingga akan mudah untuk dijadikan
pion-pion dalam permainan kita di dalam genggaman tangan orang-orang
terpelajar dan cerdas, yang akan menjadi penasehat-penasehat mereka,
spesialis-spesialis yang diasuh dan dipelihara sejak kanak-kanak untuk
mengatur urusan-urusan seluruh dunia. Sebagaimana yang telah anda
ketahui bahwa para spesialis kita ini, yang disesuaikan dengan
urusan-urusan pemerintahan, telah menggambarkan informasi yang mereka
perlukan sesuai rencana-rencana politik kita, yang diperoleh dari
pelajaran-pelajaran sejarah, pengamatan-pengamatan yang disusun dari
setiap peristiwa masa lalu. Goyim itu tidak dituntun dalam penggunaan
praktis yang diambil dari pengamatan sejarah yang bebas prasangka, tapi
dituntun oleh teoritis rutin tanpa kritis terhadap akibat-akibat yang
ditimbulkan. Oleh sebab itu, kita tidak perlu mengindahkan mereka -
biarkan saja mereka asyik bersenang-senang hingga hantaman tiba, atau
hidup di dalam harapan-harapan pada bentuk-bentuk baru dari usaha-usaha
masa lalu, atau pada kenangan-kenangan masa lalu yang pernah mereka
nikmati. Bagi mereka, biarkan saja bagian utama yang kita ajarkan kepada
mereka itu berjalan menurut diktat-diktat ilmu pengetahuan (teori).
Dengan obyek yang nampak inilah kita secara konstan, melalui usaha-usaha
pers kita, menumbuhkan keyakinan buta mereka kepada teori-teori yang
kita ajarkan. Para intelektual Goyim akan membanggakan diri mereka
sendiri dengan ilmu pengetahuan yang mereka peroleh tanpa verifikasi
logis apapun terhadap teori-teori itu untuk diterapkan sampai semua
informasi yang tersedia dari sains itu mendatangkan hasil, padahal
spesialis-spesialis agentur kita telah dengan licik mengumpulkan semua
itu untuk tujuan mendidik pemikiran-pemikiran mereka ke arah yang kita
inginkan.
Jangan dikira sedikit pun bahwa
pernyataan-pernyataan tersebut di atas merupakan kata-kata kosong
belaka: pikirkanlah baik-baik tentang keberhasilan-keberhasilan yang
telah kita atur melalui Darwinisme, Marksisme, Nietzche-isme. Bagi kita,
orang-orang Yahudi, biar bagimana pun juga, harus melihat dengan jelas,
betapa besarnya kehancuran yang ditimbulkan oleh tuntunan-tuntunan
salah yang kita tanamkan ke dalam benak para Goyim itu.
Kita perlu mengamati cara-cara berpikir,
karakter-karakter, dan kecenderungan-kecenderungan dari bangsa-bangsa
agar terhindar dari ketergelinciran dalam politik dan dalam mengajarkan
urusan-urusan administrasi. Keunggulan dari sistem kita ini, di mana
bagian-bagian dari permesinannya bisa bervariasi, yang penyediaannya
disesuaikan dengan temperamen dari orang-orang yang tidak sejalan dengan
kita, bisa saja menemui kegagalan apabila aplikasi praktisnya tidak
didasarkan pada seluruh pelajaran-pelajaran masa lalu di bawah cahaya
masa kini.
Dalam genggaman tangan-tangan
Negara-Negara masa kini terdapat sebuah kekuatan besar yang menciptakan
gerakan pemikiran di kalangan rakyat, yakni kekuatan Pers. Peran yang
dimainkan oleh Pers itu ialah untuk selalu menunjukkan
kebutuhan-kebutuhan yang dipandang mutlak dibutuhkan, untuk menyalurkan
pengaduan-pengaduan, untuk mengekspresikan dan untuk menciptakan rasa
ketidakpuasan dalam kalangan rakyat. Di dalam diri Pers inilah
kemenangan kebebasan berbicara itu menemukan inkarnasinya. Tapi
Negara-Negara Goyim belum tahu bagaimana cara menggunakan kekuatan ini;
dan kekuatan itu telah jatuh ke tangan kita. Melalui Pers ini kita telah
berhasil meraih kekuasaan untuk mempengaruhi, sementara diri kita
sendiri tetap terlindungi; berkat Pers jugalah kita berhasil membuat
emas jatuh ke dalam tangan-tangan kita, meski kita harus mengumpulkannya
ke luar dari lautan-lautan darah dan airmata. Tapi Pers telah membayar
kita, meski kita telah mengorbankan begitu banyak rakyat kita. Setiap
korban di pihak kita dalam pandangan Tuhan bernilai seribu Goyim.
BACA JUGA TENTANG Protocol Of Zion:
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-23-protocol-of-zion_20.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-23-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-22-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-21-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-20-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-19-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-18-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-17-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-16-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-15-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-14-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-13-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-12-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-11-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-10-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-9-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-8-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-7-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-6-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-5-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-4-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-3-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-2-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/the-protocols-of-learned-elders-of-zion.html
BACA JUGA TENTANG Protocol Of Zion:
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-23-protocol-of-zion_20.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-23-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-22-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-21-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-20-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-19-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-18-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-17-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-16-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-15-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-14-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-13-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-12-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-11-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-10-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-9-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-8-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-7-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-6-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-5-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-4-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-3-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-2-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/the-protocols-of-learned-elders-of-zion.html

0 komentar:
Posting Komentar