Pengurangan produksi barang-barang
mewah. Produksi majikan kecil. Pengangguran. Pelarangan mabuk-mabukan.
Pelenyapan masyarakat lama dan kebangkitannya kembali dalam bentuk baru.
Penguasa Pilihan Tuhan.
Agar rakyat-rakyat itu bisa menjadi
terbiasa pada kepatuhan, maka perlu kita tanamkan pelajaran-pelajaran
tentang kehidupan sederhana, dan oleh sebab itu perlu mengurangi
produksi barang-barang mewah. Dengan cara ini, kita akan memperbaiki
moral yang telah dirusak oleh perlombaan di dalam kemewahan. Akan kita
susun kembali produksi induk kecil, yang artinya menanam sebuah ranjau
di bawah modal pengusaha-pengusaha manufaktur swasta. Hal ini dipandang
penting juga mengingat bahwa pengusaha-pengusaha manufaktur swasta
berskala besar itu, meski tidak selalu secara sengaja, selalu mendorong
untuk timbulnya gagasan-gagasan dari kelompok-kelompok massa untuk
menentang pemerintah. Rakyat dari majikan-majikan kecil ini tidak
mengetahui sedikit pun tentang pengangguran, dan oleh sebab itu membuat
mereka terikat erat pada pemerintah yang ada, dan konsekwensinya
tergantung pada keteguhan penguasa. Pengangguran itu adalah sesuatu yang
paling membahayakan posisi pemerintah. Bagi kita peran pengangguran ini
telah lama dimainkan sebelum saat otoritas itu diserahkan kepada kita.
Mabuk-mabukan juga akan dilarang menurut hukum dan dapat dijatuhi
hukuman, karena merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan, yang membuat
manusia menjadi brutal di bawah pengaruh alkohol.
Saya ulangi sekali lagi, bahwa rakyat
itu memberikan kepatuhan buta mereka hanya kepada tangan yang kuat yang
sama sekali tidak bergantung kepada mereka, sebab di dalam tangan yang
kuat ini mereka dapat merasakannya sebagai pedang pertahanan dan bantuan
untuk mengatasi bencana-bencana sosial .... Apa yang mereka inginkan
dari semangat malaikat dari seorang raja? Apa yang mereka harus lihat
pada diri raja itu adalah personifikasi dari kekuatan dan kekuasaan.
Penguasa tertinggi kita, yang akan
menggantikan semua penguasa yang ada, yang masih tetap mempertahankan
eksistensi mereka di antara masyarakat-masyarakat yang telah kita
runtuhkan moralnya, yang bahkan juga telah menolak otoritas Tuhan, yang
dari tengah-tengahnya mengobarkan api anarki ke seluruh peloksok,
haruslah mula-mula sekali melakukan tugasnya dengan memadamkan kobaran
api yang telah merambat ke mana-mana. Oleh sebab itu, ia akan
berkewajiban untuk melenyapkan masyarakat-masyarakat yang ada, meski ia
harus mencekoki mereka dengan darahnya sendiri, sehingga ia bisa
membangkitkan mereka kembali dalam bentuk serdadu-serdadu reguler
terorganisir, yang dengan kesadaran penuh memerangi semua infeksi yang
bisa menulari sekujur tubuh Negara.
Penguasa Pilihan Tuhan ini ditunjuk dari
atas untuk menghancurkan semua kekuatan kejam yang digerakkan oleh
naluri dan bukan oleh akal, oleh kebrutalan dan bukan oleh perasaan
kemanusiaan. Kekuatan-kekuatan yang berjaya sekarang ini
dimanifestasikan dalam bentuk-bentuk perampokan dan segala macam
kekerasan di bawah kedok prinsip-prinsip kebebasan dan hak-hak asasi.
Mereka telah menghancurkan seluruh bentuk tatanan sosial untuk kemudian
mendirikan di atas puing-puing itu Tahta Raja orang-orang Yahudi; tapi
peran mereka ini akan dimainkan pada saat Sang Raja Yahudi ini memasuki
kerajaannya. Setelah itu mereka harus dibersihkan dari jalur ini,
sehingga tidak ada satu simpul atau satu serpihan pun yang tersisa.
Selanjutnya, keadaan ini akan memberi
kita kesempatan untuk berkata kepada rakyat-rakyat di seluruh dunia:
Bersyukurlah kepada Tuhan dan rukuklah di hadapan-Nya, yang di
hadapan-Nya tertera setempel takdir manusia yang dengan takdir itu Tuhan
Sendiri telah mengarahkan bintang-Nya bahwa hanya Dia sajalah yang bisa
membebaskan kita dari semua kekuatan dan kejahatan yang disebutkan di
atas.
BACA JUGA TENTANG Protocol Of Zion:
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-23-protocol-of-zion_20.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-23-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-22-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-21-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-20-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-19-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-18-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-17-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-16-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-15-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-14-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-13-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-12-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-11-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-10-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-9-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-8-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-7-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-6-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-5-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-4-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-3-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-2-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/the-protocols-of-learned-elders-of-zion.html
BACA JUGA TENTANG Protocol Of Zion:
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-23-protocol-of-zion_20.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-23-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-22-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-21-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-20-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-19-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-18-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-17-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-16-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-15-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-14-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-13-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-12-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-11-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-10-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-9-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-8-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-7-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-6-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-5-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-4-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-3-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-2-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/the-protocols-of-learned-elders-of-zion.html

0 komentar:
Posting Komentar