Rahasia tentang apa yang akan terjadi.
Kejahatan ratusan tahun sebagai pondasi bagi kesejahteraan masa depan.
Aureol kekuasaan dan penyembahan mistisnya.
Sedemikian jauh semua yang telah saya
sampaikan kepada anda adalah bahwa saya telah berupaya keras untuk
menggambarkannya dengan cermat rahasia tentang hal-hal yang akan datang
nanti, tentang hal-hal yang telah terjadi di masa lalu, dan hal-hal yang
sedang terjadi kini, yang menghambur menjadi banjir tentang
kejadian-kejadian besar yang benar-benar akan datang di masa datang,
rahasia tentang hubungan-hubungan kita dengan Goyim dan tentang
operasi-operasi finansial. Mengenai hal ini akan ada sedikit tambahan
dari saya.
Dalam genggaman kita terdapat kekuatan
terbesar dari kejayaan kita, yaitu emas, yang hanya dalam waktu dua hari
dapat kita keluarkan dari gudang-gudang kita sebanyak yang kita
inginkan.
Percayalah, bahwa kita tidak perlu lagi
membuktikan bahwa aturan kita ini telah ditakdirkan oleh Tuhan? Sudah
pasti bahwa kita tidak akan gagal dengan kekayaan sebanyak itu untuk
membuktikan bahwa semua kejahatan selama berabad-abad yang telah kita
lakukan pada akhirnya telah menyajikan ke hadapan kita penyebab dari
kesejahteraan sejati - pembawa segala sesuatu kepada keteraturan? Meski
hal itu dilakukan dengan melakukan sejumlah kekerasan, namun semuanya
itu akan menjadi beres. Kita akan berusaha keras untuk membuktikan bahwa
kitalah dermawan-dermawan yang telah memulihkan kebajikan sejati, dan
juga kebebasan manusia di dunia yang berlubang dan terkoyak-koyak ini,
dan sekaligus akan dapat kita nikmati dengan kedamaian dan ketenangan,
dengan martabat terhormat di dalam pergaulan, yang sudah tentu dengan
syarat ketundukan mutlak pada hukum yang ditetapkan oleh kita. Bersamaan
dengan itu akan kita sederhanakan bahwa di dalam kebebasan ( freedom )
itu tidak ada lagi lisensi untuk berbuat sekehendak hati dan tak
terkendali selain daripada kehormatan dan kekuasaan manusia yang tidak
mencakup hak-hak bagi siapa pun untuk menyebarluaskan prinsip-prinsip
destruktif di dalam natur kebebasan nurani, persamaan, dan sebagainya.
Kebebasan manusia itu sama sekali tidak mencakup hak untuk mengagitasi
diri sendiri dan orang-orang lain dengan pidato-pidato buruk sekali di
hadapan kelompok-kelompok mob yang kacau-balau, dan bahwa kebebasan
sejati itu mencakup ketidakbersalahan seseorang yang dengan penuh
kehormatan dan kepatuhan pada hukum kehidupan bersama, dan bahwa
martabat manusia itu terbungkus di dalam kesadaran terhadap hak-hak dan
juga ketiadaan hak-hak masing-masing, dan bukan pula seluruh atau melulu
untuk khayalan-khayalan fantastis tentang subyek ego seseorang.
Otoritas kita akan berjaya karena
otoritas itu akan serba kuat, akan memerintah dan memimpin, dan tidak
kacau-balau terus-menerus, karena pemimpin-pemimpin dan orator-orator
berteriak sampai serak dengan kata-kata hampa yang mereka namakan
prinsip-prinsip besar, yang mengatakannya nyata, namun sebenarnya utopia
..... Otoritas kita nantinya adalah Pengatur Tatanan ( the Crown of
Order ), dan di dalamnya berada semua kebahagiaan manusia. Aureol dari
otoritas kita ini akan menginspirasikan perukukan mistis dan ketakutan
takzim seluruh rakyat-rakyat di dunia di hadapannya. Kekuatan sejati
tidak punya persyaratan dengan hak apa pun, bahkan tidak pula dengan hak
Tuhan. Tak seorang pun yang berani mendekati kekuatannya, walau
sejengkal pun dari dia.
BACA JUGA TENTANG Protocol Of Zion:
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-23-protocol-of-zion_20.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-23-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-22-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-21-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-20-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-19-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-18-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-17-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-16-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-15-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-14-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-13-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-12-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-11-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-10-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-9-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-8-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-7-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-6-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-5-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-4-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-3-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-2-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/the-protocols-of-learned-elders-of-zion.html
BACA JUGA TENTANG Protocol Of Zion:
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-23-protocol-of-zion_20.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-23-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-22-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-21-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-20-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-19-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-18-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-17-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-16-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-15-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-14-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-13-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-12-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-11-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-10-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-9-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-8-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-7-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-6-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-5-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-4-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-3-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-2-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/the-protocols-of-learned-elders-of-zion.html

0 komentar:
Posting Komentar