Pinjaman-pinjaman internal.
Hutang-hutang dan pajak-pajak. Konversi-konversi. Kebangkrutan.
Bank-Bank Tabungan dan rente. Penghapusan pasar uang. Regulasi
nilai-nilai industri.
Kini saya akan memberi penjelasan detil
tentang pinjaman-pinjaman internal sebagai tambahan atas penjelasan yang
telah saya berikan pada pertemuan sebelumnya. Mengenai
pinjaman-pinjaman luar negeri tidak akan saya bicarakan lagi, karena
pinjaman-pinjaman itu telah memberi makan kita dengan uang-uang nasional
Goyim. Tapi untuk Negara kita ini tidak akan ada orang-orang asing,
yakni sama sekali tidak ada pinjaman eksternal.
Kita telah mengambil keuntungan dari
penyogokan kita kepada para penyelenggara negara, serta begitu mudahnya
para penguasa mau menerima uang-uang kita sampai dua kali, tiga kali
atau lebih, dengan meminjamkannya kepada pemerintah-pemerintah goy itu
uang-uang yang sebenarnya tidak semuanya dibutuhkan oleh Negara-Negara
itu. Apakah ada orang lainnya yang dapat melakukan hal-hal seperti yang
kita lakukan ini? ..... Itulah sebabnya mengapa kita hanya akan
membicarakan secara rinci tentang pinjaman-pinjaman internal ini saja.
Negara-Negara mengumumkan bahwa pinjaman
seperti itu harus ditandatangani dan membuka pelangganan-pelangganan
untuk bills of exchange mereka sendiri, yakni untuk surat tagihan bunga.
Bahwa bills of exchange itu dibuat agar bisa mencapai semua harga yang
ditetapkan dari seratus hingga seribu; dan diskon dibuat untuk
pelanggan-pelanggan terdahulu. Esoknya, dengan rekayasa, harga-harga itu
dinaikkan, dengan alasan yang dibuat-buat seolah-olah banyak orang
sedang berebut untuk membelinya. Dalam beberapa hari saja,
berangkas-berangkas bendahara, sebagaimana yang mereka katakan,
berlimpah-ruah, dan terdapat lebih banyak uang daripada yang mereka
dapat pakai (tapi kenapa mereka ambil juga?) Dengan
pelangganan-pelangganan ini, diakui, telah mengumpulkan hasil berlipat
ganda melebihi jumlah pinjaman yang dikeluarkan. Di dalam ini terdapat
seluruh pengaruh tahapan - lihatlah, kata mereka, betapa meyakinkannya
yang diperlihatkan oleh bills of exchange dari pemerintah ini.
Akan tetapi, ketika komedi ini dimainkan
di luar sana muncullah kenyataan bahwa hutang, dan beban hutang yang
luar biasa besarnya, telah terbentuk. Untuk pembayaran bunga diperlukan
bantuan melalui pinjaman-pinjaman baru, yang bukan untuk menutup tapi
hanya untuk ditambahkan kepada hutang modal awal. Dan ketika kredit ini
habis, maka diperlukan pajak-pajak baru untuk menutupi hanya bunganya
saja, bukan untuk menutupi pinjaman-pinjaman pokoknya. Pajak-pajak ini
merupakan hutang yang diperlakukan untuk menutup hutang.
Kemudian tibalah saat untuk melakukan
konversi-konversi, tetapi konversi-konversi itu hanya untuk menurunkan
pembayaran bunga saja tanpa menutup hutang, dan di samping itu,
konversi-konversi tidak dapat dilakukan tanpa adanya persetujuan pemberi
pinjaman. Pada pengumuman untuk sebuah konversi, sebuah proposal
diajukan untuk mengembalikan uang itu kepada mereka yang tidak ingin
mengkonversikan surat-surat berharga mereka. Apabila tiap orang
menyatakan keinginannya dan meminta uangnya kembali, pemerintah akan
binasa karena perbuatannya sendiri dan akan didapati bangkrut dan tidak
mampu membayar seluruh jumlah uang yang diminta. Untungnya,
rakyat-rakyat dari pemerintah-pemerintah goy, yang mengetahui tentang
adanya permasalahan dalam urusan keuangan ini, selalu lebih memilih
menanggung kerugian-kerugian di dalam pertukaran dan pengurangan bunga,
karena tidak ingin menanggung resiko atas investasi-investasi baru dari
uang-uang mereka, dan dengan beberapa kali melakukan cara-cara seperti
ini memberi kemungkinan kepada pemerintah-pemerintah goy untuk
mengurangi beban hutang mereka sampai beberapa juta.
Di masa sekarang ini, trik-trik dengan
menggunakan pinjaman-pinjaman luar negeri tidak dapat dimainkan oleh
Goyim karena mereka tahu bahwa kita akan meminta kembali semua uang yang
kita pinjamkan kepada mereka.
Dengan cara ini, ancaman kebangkrutan
akan memperlihatkan kepada banyak negara bahwa tidak ada cara apa pun
yang dapat dilakukan antara kepentingan-kepentingan rakyat dan
kepentingan-kepentingan pemerintah mereka.
Saya minta anda untuk memberikan
perhatian khusus pada titik ini dan titik berikutnya. Sekarang ini
pinjaman-pijaman internal dikonsolidasikan oleh apa yang dinamakan
pinjaman-pinjaman terbang ( flying loans ), yakni, pinjaman-pinjaman
yang jangka waktu pembayarannya kira-kira pendek. Hutang-hutang ini
terdiri dari uang-uang yang dibayarkan kepada bank-bank tabungan dan
dana-dana cadangan. Apabila dibiarkan lama dengan disposisi pemerintah,
maka dana-dana ini menguap dalam bentuk pembayaran bunga atas
pinjaman-pinjaman luar negeri, dan digantikan oleh deposit yang ekivalen
dengan jumlah rente-rente.
Disinilah akhir dari semua ini, yakni menambal semua kebocoran perbendaharaan-perbendaharaan Negara Goyim.
Ketika kita naiki singgasana dunia,
semua perubahan finansial dan perubahan yang senada, yang tidak sesuai
dengan kepentingan-kepentingan kita, akan dilenyapkan sampai hilang
tanpa jejak, dan begitu pula dengan semua pasar uang yang akan
dihancurkan, oleh karena kita tidak akan membiarkan prestise kekuasaan
kita diguncang oleh fluktuasi-fluktuasi harga-harga yang menerpa
nilai-nilai uang kita, yang akan kita umumkan dengan undang-undang
tentang harga yang menggambarkan nilai penuh harga-harga tanpa ada
peluang untuk menurunkan atau menaikkannya. (Menaikkan berarti memberi
dalih untuk menurunkan, seperti yang kita lakukan sebelumnya terhadap
nilai-nilai uang dariGoyim).
Akan kita gantikan pasar-pasar uang
dengan lembaga-lembaga kredit pemerintah yang besar, yang sasarannya
adalah untuk mematok harga dari nilai-nilai industri yang sesuai dengan
pandangan-pandangan pemerintah. Lembaga-lembaga ini akan menguasai hak
untuk melemparkan lima ratus juta kertas industri ke pasar dalam waktu
satu hari atau untuk membeli dalam jumlah sama. Dengan cara ini semua
usaha-usaha industri akan bergantung pada kita. Bisa anda bayangkan
sendiri bagaimana besarnya kekuasaan kita, yang dengan cara ini akan
mengamankan kepentingan-kepentingan kita ...
BACA JUGA TENTANG Protocol Of Zion:
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-23-protocol-of-zion_20.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-23-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-22-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-21-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-20-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-19-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-18-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-17-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-16-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-15-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-14-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-13-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-12-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-11-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-10-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-9-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-8-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-7-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-6-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-5-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-4-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-3-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-2-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/the-protocols-of-learned-elders-of-zion.html
BACA JUGA TENTANG Protocol Of Zion:
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-23-protocol-of-zion_20.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-23-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-22-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-21-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-20-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-19-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-18-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-17-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-16-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-15-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-14-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-13-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-12-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-11-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-10-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-9-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-8-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-7-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-6-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-5-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-4-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-3-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-2-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/the-protocols-of-learned-elders-of-zion.html

0 komentar:
Posting Komentar