Pengokohan akar-akar Raja David.
Pelatihan Raja. Pengabaian pewaris-pewaris langsung. Raja dan tiga
sponsornya. Raja itu bebas. Ketiadaan moralitas eksterior dari Raja
Yahudi.
Kini saya memasuki metoda untuk pengokohan akar-akar dari dinasti Raja David hingga mencapai lapis-lapis terbawah dari bumi.
Pada pengokohan ini yang pertama dan
terpenting, yang di dalamnya hingga saat ini telah terdapat kekuatan
konservatisme, adalah dengan memasukkan ke dalamnya seluruh urusan di
dunia, oleh para sesepuh terpelajar kita, untuk mengarahkan dan mendidik
pemikiran seluruh manusia.
Anggota-anggota tertentu dari benih
David akan menyiapkan raja-raja dan pewaris-pewaris mereka, yang
penyeleksiannya bukan didasarkan pada keturunan langsung, tapi pada
kemampuan-kemampuan utama, memasukkan mereka ke dalam misteri-misteri
politik paling rahasia, ke dalam skema-skema pemerintah, tetapi dengan
ketentuan bahwa tidak seorang pun boleh mengetahui rahasia-rahasia ini.
Tujuan dari cara kerja ini adalah agar semua orang bisa mengetahui bahwa
pemerintahan itu tidak dapat dipercayakan kepada mereka yang belum
merasakan seninya memegang jabatan-jabatan rahasia ini ...
Kepada orang-orang ini hanya akan
diajarkan aplikasi praktis dari rencana-rencana tersebut di atas dengan
pembandingan pengalaman-pengalaman berabad-abad, semua pengamatan pada
langkah-langkah politik-ekonomi, dan ilmu-ilmu sosial - singkatnya,
semua semangat undang-undang yang telah mantap yang tidak dapat
digoyahan oleh sifat-sifat bawaannya sendiri untuk mengatur hubungan
kemanusiaan.
Pewaris-pewaris langsung akan selalu
dikesampingkan dalam penaikan tahta, apabila di dalam masa pelatihan itu
mereka memperlihatkan perilaku tidak karuan, lunak, dan
kualitas-kualitas lain yang bisa meruntuhkan otoritas, yang membuat
mereka tidak punya kemampuan untuk memerintah, dan di dalam diri mereka
sendiri terdapat bahaya untuk jabatan raja.
Hanya mereka yang mampu memerintah
langsung dengan kukuh tanpa syarat bahkan bengis saja yang akan menerima
kendali kekuasaan dari para sesepuh terpelajar kita.
Apabila jatuh sakit disertai kelemahan
dalam kemauan atau bentuk ketidakmampuan lainnya, maka sesuai
undang-undang, raja-raja harus menyerahkan kendali pemerintahan itu
kepada tangan-tangan yang baru dan lebih mampu ...
Rencana-rencana aksi dari raja di masa
kini, dan terutama untuk masa datang, akan tersembunyi, bahkan bagi
mereka yang disebut sebagai konselor-konselor terdekatnya.
Hanya raja dan tiga orang yang tegak membiayai dia saja yang akan tahu apa yang akan terjadi.
Pada pribadi raja yang mempunyai niat
yang tidak bengkok saja yang akan menjadi tuan bagi dirinya sendiri dan
bagi humanitas semua orang yang akan melihat jernih, karena hal ini
merupakan takdir dengan semua kemisteriusannya. Tidak seorang pun akan
tahu apa yang dikehendaki raja untuk mendapatkannya menurut wataknya,
dan oleh sebab itu tidak seorang pun akan berani melintasi jalur tidak
dikenal ini.
Dapat dipahami bahwa wadah otak dari
raja itu harus memiliki kapasitas yang berkait dengan rencana
pemerintah. Karena alasan inilah maka raja itu akan menaiki tahta, bukan
sebaliknya dengan menurunkan dia setelah dilakukan pemeriksaan atas
kapasitas intelektualnya oleh sesepuh-sesepuh terpelajar di atas.
Agar rakyat bisa mengenal dan mencintai
raja mereka, maka haruslah ia berbincang-bincang dengan mereka di
pasar-pasar. Cara ini memastikan tentang perlunya merangkul kedua
kekuatan, yang sekarang ini keduanya dipisahkan oleh kita dengan teror.
Teror ini sangat kita perlukan sampai tiba saatnya bagi kedua kekuatan itu untuk jatuh secara terpisah ke bawah pengaruh kita.
Raja orang-orang Yahudi itu tidak boleh
dibelaskasihani oleh nafsu-nafsunya, dan terutama oleh sensualitanya.
Dirinya harus memiliki kekuatan naluri brutal yang melebihi daya
pikirnya. Sensualita itu lebih buruk daripada yang lain-lainnya, yang
jika tidak diatasi dapat mengacaukan kemampuan-kemampuan berpikir dan
kejernihan pandangan; dengan cara mengalihkan pikiran kepada sisi yang
paling buruk dan paling brutal dari sisi aktifitas manusia.
Sandaran kemanusiaan pada diri penguasa
tertinggi sejagad dari benih suci David ini harus mengorbankan semua
kecenderungan pribadinya kepada rakyatnya.
Penguasa tertinggi kita harus menjadi teladan yang tiada cela.
BACA JUGA TENTANG Protocol Of Zion:
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-23-protocol-of-zion_20.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-23-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-22-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-21-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-20-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-19-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-18-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-17-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-16-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-15-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-14-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-13-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-12-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-11-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-10-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-9-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-8-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-7-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-6-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-5-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-4-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-3-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-2-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/the-protocols-of-learned-elders-of-zion.html
BACA JUGA TENTANG Protocol Of Zion:
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-23-protocol-of-zion_20.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-23-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-22-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-21-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-20-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-19-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-18-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-17-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-16-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-15-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-14-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-13-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-12-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-11-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-10-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-9-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-8-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-7-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-6-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-5-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-4-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-3-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-2-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/the-protocols-of-learned-elders-of-zion.html

0 komentar:
Posting Komentar