Tindakan-tindakan pertahanan rahasia.
Pengawasan terhadap konspirasi-konspirasi dari dalam. Pertahanan
rahasia terbuka - runtuhnya kekuasaan. Pertahanan rahasia dari Raja
Yahudi. Prestise mistis dari kekuasaan. Penahanan pada kecurigaan
pertama.
Ketika dirasakan perlunya kita melakukan
tindakan-tindakan ketat untuk pertahanan rahasia (racun paling fatal
bagi prestise otoritas), maka akan kita rancang sebuah stimulan
kekacauan-kekacauan atau beberapa pewujudan ketidakpuasan-ketidakpuasan
yang akan menemukan bentuk ekspresinya melalui kerjasama dengan
pembicara-pembicara terkenal. Kebulatan dari para pembicara ini akan
menyatukan semua orang yang bersimpati kepada perkataan-perkataan
mereka. Hal Ini akan memberi kita alasan untuk mendapat
keuntungan-keuntungan domisili dan pengawasan bagi pelayan-pelayan kita
yang diambil dari kalangan polisi Goyim ...
Karena sebagian besar dari konspirator
itu berbuat tanpa landasan kasih-sayang, selain untuk main-main dan asal
ngomong saja, maka kita tidak akan menuding mereka sampai mereka
melakukan beberapa tindakan terbuka, tetapi hanya sekedar untuk masuk
saja ke tengah-tengah elemen-elemen pengamatan mereka ..... Patut
diingat bahwa prestise otoritas itu akan menyusut apabila sering
ditemukan adanya konspirasi-konspirasi terhadap dirinya sendiri; yang
mengimplikasikan praduga tentang timbulnya kesadaran terhadap kelemahan,
atau yang lebih buruk lagi, terhadap ketidakadilan. Anda sadar bahwa
kita telah merusak citra dari raja-raja goy karena adanya usaha-usaha
pembunuhan terhadap mereka melalui agen-agen kita, domba-domba buta
gembalaan kita, yang mudah digerakkan dengan hanya sedikit ungkapan
liberal saja terhadap tindak-tanduk kriminal, asalkan mereka itu telah
kita cat dengan warna-warni politik. Kita telah memaksa para penguasa
itu untuk mengakui kelemahan diri mereka sendiri dengan mengungkapkan
tindakan-tindakan terbuka dalam pembelaan diri mereka, dan setelah itu
akan kita seret otoritas itu menuju ke kehancuran.
Penguasa kita itu akan kita lindungi
secara rahasia hanya dengan pengawalan sangat minim, karena kita tidak
akan mengizinkan penyediaan pengawalan besar mengingat bahwa kelak akan
ada pengkhianatan terhadap diri penguasa itu, sehingga ia tidak memiliki
kekuatan yang memadai untuk melakukan perlawanan, dan memaksanya
menghindar dari ancaman itu.
Jika kita harus menerima pendapat ini,
mengingat bahwa Goyim telah atau sedang melakukannya, maka ipso facto
[berdasar fakta yang sangat jelas] kita harus menandatangani pelaksanaan
sebuah hukuman mati dalam waktu singkat, bukan saja terhadap penguasa
kita, juga terhadap dinastinya, apa pun tingkatannya.
Di dalam pemunculan-pemunculan ke luar
yang sangat dibatasi, para penguasa kita hanya boleh menggunakan
kekuasaannya untuk kepentingan nasional saja, dan sama sekali tidak
diperkenankan untuk kepentingan diri atau dinastinya sendiri. Oleh sebab
itu, melalui ketaatan pada adat kebiasaan ini, otoritasnya akan
dihormati dan dipelihara oleh rakyat-rakyat mereka sendiri. Para
penguasa itu akan menerima semacam pengakuan pendewaan, yang dengan
pengakuan itu ia terikat dengan tugas untuk mensejahterakan
warganegaranya. Dan dengan dasar itu bergantung semua tatanan kehidupan
bersama dari kawanan [domba] ini ...
Pertahanan terbuka seperti ini memperlihatkan kelemahan dalam pengorganisasian kekuasaan mereka.
Penguasa kita di tengah-tengah rakyatnya
akan selalu dikelilingi oleh rakyat jelata ( mob ) yang terdiri dari
laki-laki dan perempuan-perempuan yang aneh, yang akan menempati
barisan-barisan terdepan di sekelilingnya, yang dalam setiap pemunculan
dan kesempatan, akan menahan pangkat-pangkat selebihnya, untuk memberi
penghormatan ketika ia akan muncul sebagai wujud ketaatan pada perintah.
Ini akan menjadi contoh bagi pengendalian yang lain-lainnya juga. Bila
seorang penyampai petisi muncul dari kalangan rakyat dan memaksa
menerobos barisan-barisan pengawal, maka barisan pertama harus menerima
petisi, dan di hadapan petisioner, barisan terdepan menyampaikan
petisinya kepada sang penguasa, sehingga semua orang bisa menyaksikan
bahwa petisi yang disampaikan itu telah sampai ke tujuannya, yang
menunjukkan bahwa di situ ada kendali dari sang penguasa. Aureol
kekuasaan membutuhkan hal ini untuk eksistensinya, sehingga rakyat bisa
berucap: "Andai raja tahu hal ini," atau "raja akan mendengarnya."
Dengan telah mantapnya pertahanan
rahasia resmi ini, maka citra mistis penguasa menghilang. Dengan
keberanian tertentu, dan tiap orang memandang dirinya sendiri sebagai
ahlinya, sehingga hasutan untuk memberontak membuatnya sadar akan
kekuatannya, dan ketika kesempatan tiba untuk melakukan upaya makar atas
penguasa itu ..... Bagi Goyim telah kita ajarkan sesuatu yang lain,
tapi dengan adanya fakta sangat nyata itu membuat kita bisa melihat
tindakan-tindakan apa saja yang telah membawa mereka itu.
Bagi para pelaku kejahatan yang melawan
kita mula-mula akan ditahan sekurang-kurangnya atas dasar kecurigaan;
adalah tidak diperbolehkan karena kekhawatiran terhadap kemungkinan
terjadinya kesalahan yang memberi kesempatan untuk lolos bagi mereka
yang dicurigai telah melakukan dosa politik atau tindak kejahatan,
karena dalam perkara ini kita di atas kertas tidak akan berbelas
kasihan. Apabila masih dimungkinkan, dengan memperluas perkara, untuk
melakukan pertimbangan ulang pada penyebab-penyebab motif dari
kejahatan-kejahatan kecil, sehingga tidak akan memberi peluang untuk
memberi maaf kepada orang-orang yang telah menjerumuskan diri mereka
sendiri ke dalam perkara-perkara di mana tidak seorang pun selain
pemerintah yang dapat memahami segala sesuatunya .... Dan tidak semua
pemerintah bisa memahami kebijakan yang sebenarnya.
BACA JUGA TENTANG Protocol Of Zion:
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-23-protocol-of-zion_20.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-23-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-22-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-21-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-20-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-19-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-18-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-17-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-16-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-15-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-14-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-13-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-12-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-11-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-10-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-9-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-8-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-7-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-6-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-5-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-4-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-3-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-2-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/the-protocols-of-learned-elders-of-zion.html
BACA JUGA TENTANG Protocol Of Zion:
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-23-protocol-of-zion_20.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-23-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-22-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-21-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-20-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-19-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-18-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-17-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-16-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-15-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-14-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-13-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-12-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-11-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-10-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-9-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-8-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-7-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-6-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-5-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-4-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-3-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-2-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/the-protocols-of-learned-elders-of-zion.html

0 komentar:
Posting Komentar