Penampilan luar dalam politik.
"Genius" dalam raskalitas (kejahatan). Apa yang dijanjikan oleh kudeta
Masonik? Hak Pilih universal. Makna diri. Siapa pemimpin Masonry. Si
Genius pemimpin Masonry. Lembaga-lembaga dan fungsi-fungsinya. Racun
liberalisme. Konstitusi - sebuah sekolah untuk perpecahan-perpecahan
kelompok. Era Republik. Presiden-Presiden - boneka-boneka Masonry.
Tanggungjawab Presiden-Presiden. "Panama." Peran yang dimainkan oleh
dewan wakil-wakil dan Presiden. Masonry -kekuatan legislatif. Konstitusi
Repubik baru. Transisi menuju "despotisme" Masonik. Momen untuk
proklamasi "Penguasa seluruh Dunia." Penyuntikan penyakit-penyakit dan
tipumuslihat-tipumuslihat lain dari Masonry.
Hari ini akan saya mulai dengan
pengulangan dari apa yang telah saya katakan sebelumnya, dan untuk itu
saya minta anda untuk mengingat kembali bahwa pemerintah dan rakyat itu
sudah cukup puas dengan keadaan politik melalui penampakan-penampakan
luarnya saja. Dan bagaimanakah cara Goyim itu menerima pengertian
tentang segala sesuatu ketika wakil-wakil mereka memberikan mereka
usaha-usaha terbaik untuk kepentingan diri mereka sendiri? Dalam
kebijakan kita, hal ini merupakan faktor penting untuk diteliti secara
detil; karena akan membantu kita ketika kita mempertimbangkan pembagian
otoritas, kebebasan berbicara, kebebasan pers, kebebasan agama
(kepercayaan), undang-undang berorganisasi, persamaan di muka hukum,
tempat tinggal, perpajakan (ide menyembunyikan pajak-pajak), dan
kekuatan refleks dari undang-undang. Semua masalah ini, biar
bagaimanapun juga, tidak harus dibicarakan langsung dan terbuka di
hadapan rakyat. Dalam kejadian-kejadian di mana kita harus membahasnya,
maka masalah-masalah itu tidak boleh secara kategors diberi nama selain
dinyatakan begitu saja tanpa penjelasan rinci, karena prinsip-prinsip
hukum kontemporer ini telah diakui oleh kita. Alasan bagi menjaga
kerahasiaannya adalah bahwa dengan tidak menamakannya sebuah prinsip,
maka akan membuat diri kita bebas untuk bertindak, dengan menggagalkan
ini atau itu, tanpa mencolok mata, seandainya seluruhnya harus secara
kategori diberi nama sehingga semuanya akan nampak seperti sudah diberi
nama.
Mob itu menghargai dan menghormati
kegeniusan kekuatan politik dan menerima semua perbuatan kekerasan
mereka dengan respon yang mencengangkan: "Secara raskal, oke, ya, ini
memang raskal, tapi ini kecerdikan! ..... Sebuah trik, kalau anda suka,
tapi alangkah cantiknya memainkannya, betapa hebat penyelesaiannya,
betapa lancang beraninya!" .....
Kita ingin menarik seluruh bangsa kepada
tugas menegakkan struktur fundamental baru, sebuah proyek yang telah
kita rancang sebelumnya. Itulah sebabnya mengapa, di atas segalanya,
yang pertama kali kita lakukan adalah mempersenjatai diri kita sendiri
dan mengumpulkan di dalam diri kita sendiri kekuatan semangat yang teguh
dengan keberanian yang penuh kenekatan, yang di dalam pribadi para
pekerja aktif kita akan menghancurkan semua rintangan yang menghalangi
jalan kita.
Ketika kita telah menyempurnakan kudeta
kita, kemudian kita akan berkata kepada banyak orang: "Segala sesuatu
telah berjalan sangat buruk, semua telah jemu dengan
penderitaan-penderitaan. Kita akan menghancurkan seluruh penyebab
siksaan-siksaan terhadap diri anda - nasionalitas, garis-garis
perbatasan, perbedaan-perbedaan dalam perkoinan. Sudah tentu anda punya
kebebasan untuk mengumumkan hukuman bagi kita, tapi mungkinkah itu
dilakukan apabila hal itu anda lakukan sebelum anda mengadili apa yang
telah kami berikan kepada anda." ..... Kemudian mob penurut itu akan
mengagung-agungkan kita dan memanggul kita di atas bahu-bahu mereka
dengan penuh kemenangan terhadap harapan-harapan dan prospek-prospek
cerah. Voting, yang telah kita jadikan sebagai alat yang akan menaikkan
kita ke atas singgasana dunia dengan mengajarkan sampai ke unit-unit
terkecil dari anggota-anggota ras manusia untuk melakukan voting melalui
rapat-rapat dan kesepakatan-kesepakatan yang dilakukan oleh
kelompok-kelompok, yang kemudian akan menetapkan tujuan-tujuannya dan
memainkan perannya dan kemudian untuk yang terakhir kalinya melalui
permufakatan melakukan persahabatan erat dengan kita sebelum mengutuk
kita.
Untuk mengamankan ini kita mengharuskan
setiap orang melakukan voting tanpa pembedaan kelas dan kualifikasi,
untuk menghasilkan mayoritas mutlak, yang tidak bisa diperoleh dari
kelas-kelas berharta terdidik. Dengan cara ini, dengan menanamkan di
dalam semua orang tentang perasaan harga diri, akan kita hancurkan pada
diri Goyim itu tentang pentingnya keluarga dan nilai pendidikan
keluarga, dan lenyapkan kemungkinan terpecah-pecahnya
pemikiran-pemikiran perorangan, karena mob yang telah kita kuasai itu
tidak akan membiarkan kelas-kelas kaya terdidik itu untuk maju ke muka,
dan bahkan tidak pula mau mendengarkan mereka. Mereka harus dibiasakan
untuk mendengarkan kita saja bagi mereka yang mau membayarnya dengan
perhatian dan kepatuhan. Dengan cara ini akan kita ciptakan sebuah
kekuatan besar dan buta, yang tidak akan bisa bergerak ke mana-mana
tanpa tuntunan agen-agen kita, yang kita tanamkan pada mob itu, sebagai
pemimpin-pemimpin mereka. Rakyat akan tunduk pada rezim ini karena
mereka akan tahu bahwa pada pemimpin-pemimpin inilah akan bergantung
penghasilan-penghasilan, kepuasan-kepuasan, dan segala macam keuntungan.
Skema pemerintah itu harus yang siap
pakai dan dibuat oleh satu otak, dan skema itu tidak akan pernah ditutup
mati, karena skema itu kelak akan dipilah-pilah menjadi bagian-bagian
di dalam pikiran banyak orang. Oleh sebab itu, kita dibolehkan memiliki
pengetahuan tentang program aksi tapi bukan untuk membahasnya, karena
khawatir kalau-kalau kita merusak keartistikannya, kesalingtergantungan
bagian-bagian dari komponen-komponennya, dan kekuatan praktis tentang
makna rahasia dari tiap kalimatnya. Untuk membahas dan membuat
perubahan-perubahan pelik semacam in, dengan melalui sekian banyak
voting hanyalah untuk memberikan kesan tentang keabsahan dari semua
pertimbangan dan kekeliruan pemahaman yang telah gagal memasuki
kedalaman dan keluasan perencanaannya. Kita ingin agar program-program
kita ini bersifat menekan dan menjadi ramuan yang pas. Oleh sebab itu,
kita tidak boleh melemparkan pekerjaan genius dari penuntun kita itu
kepada taring-taring mob atau bahkan kepada sebuah perusahaan terpilih
sekali pun.
Skema ini belum akan merubah
lembaga-lembaga yang ada sekarang ini menjadi terbalik. Skema-skema ini
hanya akan mempengaruhi perubahan-perubahan dalam ekonomi mereka dan
akibatnya mempengaruhi seluruh gerak maju gabungan dari lembaga-lembaga
itu, yang selanjutnya diarahkan mengikuti jalur yang telah dituangkan ke
dalam skema-skema kita.
Di semua negara terdapat lembaga-lembaga
dengan berbagai nama namun tidak berbeda. Korp-korp Perwakilan,
Kementerian, Senat, Dewan Negara, Legislatif, dan Eksekutif. Tidak perlu
saya jelaskan kepada anda tentang mekanisme hubungan antar
lembaga-lembaga ini, karena seluruhnya telah anda ketahui; hanya perlu
anda catat adanya kenyataan bahwa masing-masing lembaga di atas terkait
dengan beberapa fungsi penting dari Negara, dan saya minta untuk memberi
tanda pada kata "penting" yang saya aplikasikan itu bukan pada
lembaganya melainkan pada fungsinya, sehingga akibatnya bukan lembaga
itu yang penting tetapi fungsi-fungsinyalah yang penting.
Lembaga-lembaga ini telah dibagi-bagi di dalamnya semua fungsi-fungsi
pemerintah - administrasi, legislatif, eksekutif, dan itulah sebabnya
mengapa lembaga-lembaga itu harus bekerja sebagaimana halnya organ-organ
di dalam tubuh manusia. Apabila salah satu bagian di dalam permesinan
Negara itu terluka, maka Negara jatuh sakit, seperti halnya tubuh
manusia, dan akhirnya..... akan mati.
Bila kita masukkan ke dalam Negara itu
organisme racun liberalisme, maka seluruh kompleks politik mengalami
perubahan. Negara-Negara itu akan dicengkeram penyakit parah yang
mematikan - peracunan darah. Semua yang tertinggal hanyalah menunggu
akhir dari sakaratul maut mereka.
Liberalisme menghasilkan Negara-Negara
Konstitusional, yang menggantikan tempat dari apa yang menjadi
satu-satunya pengawal keamanan Goyim, yakni Despotisme; dan konstitusi,
yang telah anda ketahui baik, tidak lain hanyalah sebuah sekolah
perpecahan-perpecahan, kesalahpahaman-kesalahpahaman,
perselisihan-perselisihan, perbedaan-perbedaan pendapat, agitasi-agitasi
partai tak berguna, perilaku-perilaku aneh partai - yang disimpulkan
sebagai sebuah sekolah segala macam, yang berfungsi untuk menghancurkan
personalitas aktifitas Negara. Tribun "pembual-pembual", yang tidak
kurang efektifnya dibanding Pers, telah mengutuk para penguasa karena
ketidakaktifan dan keimpotenan mereka, dan oleh sebab itu membuat mereka
menjadi tidak berguna dan berfoya-foya, yang dengan alasan-alasan itu,
mereka telah dijatuhkan di banyak negara. Maka era Republik pun menjadi
mungkin untuk diwujudkan; dan karena itu kita gantikan penguasa itu
dengan sebuah karikatur sebuah pemerintahan - dengan seorang presiden,
yang diambil dari kalangan mob, dari tengah-tengah makhluk-makhluk
boneka kita, budah-budak kita . Inilah pondasi ranjau yang telah kita
tanamkan di bawah rakyat goy, yang saya lebih suka menyebutnya dengan di
bawah rakyat-rakyat goy.
Dalam waktu dekat ini kita akan menetapkan tanggungjawab presiden-presiden.
Pada waktu itu kita akan berada pada
posisi untuk tidak mempedulikan bentuk-bentuk di dalam membawakan
materi-materi yang akan menjadi tanggungjawab boneka kita yang tidak
berkepribadian itu. Apa yang kita pedulikan adalah apabila
barisan-barisan dari mereka yang haus kekuasaan itu harus dikuruskan,
apabila di sana harus dimunculkan kemacetan dari kemustahilan dalam
menemukan presiden-presiden, suatu kemacetan yang pada akhirnya akan
memberantakkan negeri itu?.....
Agar skema kita bisa mendatangkan hasil
ini, maka akan kita adakan pemilihan-pemilihan untuk memenangkan
presiden-presiden yang memiliki noda-noda masa lalu yang gelap tapi
tidak terungkap, beberapa "Panama" atau lainnya - kemudian mereka akan
dijadikan agen-agen terpercaya untuk menyempurnakan rencana-rencana
kita, karena takut akan diungkap dan takut pada adanya hasrat alami dari
siapa saja yang pernah mendapat kekuasaan, yakni mempertahankan hak-hak
istimewa, keuntungan-keuntungan, dan kehormatan yang berkait dengan
jabatan presiden. Dewan Perwakilan Rakyat ( the chamber of deputies )
akan menyelubungi, akan melindungi, akan memilih presiden-presiden,
tetapi akan kita ambil dari dewan itu hak untuk mengajukan usulan baru
atau hak untuk melakukan perubahan-perubahan terhadap undang-undang yang
ada, karena hak-hak ini akan diberikan oleh kita kepada presiden yang
bertanggungjawab, sebuah boneka di tangan kita. Biasanya, kekuasaan
presiden itu akan menjadi sasaran dari tiap bentuk serangan pada tiap
kesempatan, tapi akan kita sediakan bagi dia bentuk-bentuk pertahanan
diri di dalam hak yang dimintakan dari rakyat, karena
keputusan-keputusan rakyat itu berada di tangan wakil-wakil mereka, yang
disebut sebagai sebuah permohonan kepada budak kita yang sama butanya -
yakni, mayoritas mob . Terlepas dari ini semua, akan kita tanamkan
presiden itu dengan hak untuk menyatakan keadaan perang. Akan kita
benarkan hak terakhir ini atas dasar bahwa presiden, yang merupakan
panglima tertinggi angkatan bersenjata dari negera, harus menggunakan
hak ini apabila diperlukan untuk mempertahankan konstitusi republik yang
baru itu, sebuah hak untuk mempertahankan diri yang akan dimiliki
olehnya sebagai wakil yang bertanggungjawab atas konstitusi ini.
Adalah mudah untuk diterima akal bahwa
di bawah kondisi-kondisi seperti ini kunci istana itu akan berada pada
tangan kita, dan tidak seorangpun di luar kita akan bisa lagi
mengarahkan kekuatan legislasi ini.
Selain itu, dengan dimasukkannya
Konstitusi Republik yang baru ini, kita akan ambil dari Dewan hak
interpelasi terhadap tindakan-tindakan pemerintah, dengan dalih untuk
melindungi kerahasiaan politik, dan kemudian, dengan konstitusi baru ini
akan kita kurangi jumlah wakil-wakil sampai batas minimum, yang dengan
cara itu secara proporsional kita kurangi hasrat-hasrat politik dan
hasrat untuk ikut berpolitik. Akan tetapi, apabila mereka itu harus ikut
juga, yang nyaris tidak diharapkan, walau ada batas minimum, maka akan
kita tiadakan keikutsertaan mereka itu dengan cara mengacaukan
permintaan dan referensinya melalui mayoritas seluruh rakyat ..... Pada
Presiden itu akan bergantung pengangkatan Presiden-Presiden dan
Wakil-Wakil Presiden dari Dewan dan Senate. Sebagai pengganti sesi-sesi
tetap di Parlemen-Parlemen akan kita kurangi duduknya mereka pada
kursi-kursi tersebut hingga beberapa bulan. Tambahan pula, Presiden,
sebagai kepala kekuasaan eksekutif, akan memiliki hak untuk memanggil
dan membubarkan Parlemen, di mana bagi lembaga yang disebut terakhir ini
akan diberi perpanjangan waktu sampai pembentukan sebuah majelis
parlemen baru. Akan tetapi, agar akibat-akibat dari semua tindakan, yang
secara substansi adalah ilegal, secara prematur rencana-rencana yang
telah kita tetapkan ini jangan sampai jatuh pada tanggungjawab Presiden,
maka akan kita desak menteri-menteri dan pejabat-pejabat tinggi lain di
sekeliling presiden untuk mundur atas permintaan sendiri, karena dengan
melakukan hal itu akan membuat mereka dijadikan kambing hitam sebagai
pengganti dia ..... Khusus untuk bagian ini kita rekomendasikan untuk
diberikan kepada dan dimainkan oleh Senat, Dewan Negara, atau Dewan
Menteri, tapi bukan kepada individu pejabat.
Presiden, atas dasar kebijakan kita,
akan menginterpretasikan makna dari undang-undang yang ada yang memiliki
banyak interpretasi; dan ia selanjutnya akan membatalkan
interpretasi-interpretasi itu ketika kita perlihatkan kepadanya tentang
perlunya melakukan hal itu. Di samping itu, ia akan memiliki hak untuk
mengajukan undang-undang temporer, dan bahkan penyimpangan-penyimpangan
baru pada kerja konstitusional pemerintah, dengan dalih karena satu atau
lain hal dibutuhkan untuk kesejahteraan tertinggi dari Negara.
Dengan tindakan-tindakan seperti itu
akan kita peroleh kekuasaan untuk merusak sedikit demi sedikit,
selangkah demi selangkah, semuanya pada permulaannya. Ketika kita masuk
dengan hak-hak kita, kita wajib untuk memasukkan ke dalam
konstitusi-konstitusi Negara-Negara itu persiapan untuk transisi menuju
penghapusan tanpa sadar tiap macam konstitusi, dan kemudian waktunya pun
tiba untuk memutar balik semua bentuk pemerintahan ke dalam despotisme
kita.
Pengakuan atas Despot kita bisa juga
datang sebelum penghancuran konstitusi: di mana waktu untuk pengakuan
ini akan tiba ketika rakyat-rakyat, yang sudah sangat kelelahan oleh
ketidakberesan-ketidakberesan dan ketidakmampuan-ketidakmampuan - suatu
perkara yang akan kita atur kelak - dari pemerintah-pemerintah mereka,
dan akan meneriakkan tuntutan: "Enyahkan mereka dan berikan kepada kita
satu orang raja penguasa penjuru dunia yang akan menyatukan kita dan
melenyapkan penyebab-penyebab perpecahan - perbatasan-perbatasan,
nasionalitas-nasionalitas, agama-agama, hutang-hutang Negara - yang akan
memberikan kepada kita kedamaian dan ketenangan yang tidak kita peroleh
di bawah penguasa-penguasa dan wakil-wakil kita."
Tapi diri anda sendiri sangat tahu benar
bahwa untuk menghasilkan kemungkinan pewujudan keinginan-keinginan
semacam itu oleh seluruh bangsa-bangsa di seluruh dunia mau tak mau
menimbulkan kesulitan di seluruh negara dalam hubungan antara
rakyat-rakyat dengan pemerintah-pemerintah mereka yang sudah demikian
kacaunya sehingga melenyapkan kemanusiaan yang disebabkan oleh
pertikaian, kebencian, perebutan kekuasaan, kedengkian dan bahkan
penggunaan siksaan, dengan kelaparan, dengan inokulasi
penyakit-penyakit, dengan kekurangan, sehingga Goyim itu tidak bisa
melihat lagi jalan keluarnya selain daripada mengungsi ke kedaulatan
sempurna kita dalam uang dan segala macamnya.
Tapi bila kita berikan kepada
bangsa-bangsa seluruh dunia itu ruang untuk bernafas, saat yang telah
lama sekali pernah kita idam-idamkan, adalah merupakan sesuatu yang
nyaris tidak akan pernah terkabulkan.
BACA JUGA TENTANG Protocol Of Zion:
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-23-protocol-of-zion_20.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-23-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-22-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-21-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-20-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-19-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-18-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-17-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-16-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-15-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-14-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-13-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-12-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-11-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-10-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-9-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-8-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-7-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-6-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-5-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-4-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-3-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-2-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/the-protocols-of-learned-elders-of-zion.html
BACA JUGA TENTANG Protocol Of Zion:
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-23-protocol-of-zion_20.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-23-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-22-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-21-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-20-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-19-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-18-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-17-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-16-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-15-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-14-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-13-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-12-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-11-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-10-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-9-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-8-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-7-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-6-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-5-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-4-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-3-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-2-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/the-protocols-of-learned-elders-of-zion.html

0 komentar:
Posting Komentar