Kudeta satu hari (revolusi) di
seluruh dunia. Eksekusi-eksekusi. Nasib masa depan orang-orang
Goyim-Mason. Mistisisme penguasa. Multiplikasi Pondok-Pondok Masonik.
Badan Pemerintahan Pusat dari Sesepuh Masonik. Taktik-taktik Azev.
Masonry sebagai pemimpin dan tuntunan bagi seluruh perkumpulan rahasia.
Makna aplaus publik. Kolektivisme. Korban. Eksekusi orang-orang Mason.
Jatuhnya prestise hukum dan penguasa. Posisi kita sebagai Orang-Orang
Pilihan. Keringkasan dan kejernihan undang-unang kerajaan masa depan.
... Kepatuhan pada perintah-perintah. Tindakan penyalahgunaan kekuasaan.
Kerasnya hukuman. Batasan usia bagi hakim. Liberalisme hakim dan
otoritas. Uang bagi seluruh dunia. Absolutisme Masonry. Hak banding.
"Wajah luar" kebapakan dari kekuasaan "pemerintah-pemerintah" masa
datang. Kebenaran dari si kuat sebagai satu-satunya kebenaran. Raja Israel , Bapak seluruh dunia.
Ketika kita pada akhirnya memasuki
kerajaan kita dengan bantuan kudeta yang telah disiapkan di mana-mana
serentak pada hari yang sama, setelah kehancuran seluruh bentuk
pemerintahan diketahui dengan pasti (dan tidak lama lagi peristiwa ini
pasti terjadi, bahkan mungkin dalam abad ini), maka akan kita bantai
dengan kejam semua orang yang memegang senjata (di tangan) yang
menghalangi kita memasuki kerajaan kita. Setiap macam lembaga baru apa
pun yang menyerupai perhimpunan rahasia akan dimusnahkan.
Lembaga-lembaga yang sekarang ini masih ada, diketahui oleh kita, yang
bekerja pada kita, dan pernah bekerja pada kita, akan dibubarkan dan
diasingkan jauh ke benua-benua lain yang jauh dari Eropa. Dengan cara
ini pula akan kita terapkan pada orang-orang Mason goy yang tahu terlalu
banyak. Orang-orang seperti ini, karena beberapa alasan, mungkin bisa
kita selamatkan dengan selalu membuat mereka takut untuk diasingkan.
Akan kita umumkan sebuah badan penyusun undang-undang yang terdiri dari
seluruh mantan anggota perhimpunan-perhimpunan rahasia yang takut
dikenai tindakan pengasingan dari Eropa sebagai pusat dari kekuasaan
kita.
Resolusi-resolusi pemerintah kita akan final tanpa pertimbangan.
Di dalam masyarakat-masyarakat goy, yang
telah kita tanamkan dan mengakar kuat benih-benih perpecahan dan
protestantisme, satu-satunya cara yang memungkinkan untuk memulihkan
ketertiban adalah dengan melakukan tindakan keras tanpa ampun dengan
memperlihatkan kekuatan penguasa secara langsung. Korban-korban yang
berjatuhan harus diabaikan. Mereka menjadi korban demi kesejahteraan
masa depan. Untuk mencapai kesejahteraan itu, meski harus dicapai dengan
banyak korban, adalah tugas dari tiap pemerintah, yang dilakukan
sebagai pembenaran atas keberadaannya, bukan hanya disebabkan oleh
privilesenya saja, tetapi juga karena merupakan kewajibannya. Jaminan
utama untuk stabilitas pemerintahan adalah dengan memperkuat aureole (lingkaran)
kekuasaan, dan aureol ini dapat dicapai hanya dengan infleksibilitas
(kekakuan) kekuatan tiada tara, karena akan melekat pada wajahnya itu
lambang-lambang yang tidak dapat diganggu-gugat, yang berasal dari
sebab-sebab mistis - dari Pilihan Tuhan. Seperti, belum lama ini, otokrasi Russia, yang menjadi satu-satunya musuh terberat kita di dunia ini, di luar Kepausan .
Ingatlah contoh ketika Italia, yang dicekoki dengan darah, tidak
sedikitpun menyentuh rambut Sulla yang telah lebih dahulu menenggak
darah. Sulla menikmati pendewaan atas kekuasaannya di hadapan rakyatnya
sendiri, meski rakyat telah tercabik-cabik olehnya, tetapi keberaniannya
untuk pulang ke Italia telah melingkarkan dirinya dengan kekuasaan yang
tak tersentuh. Rakyat tidak mengusik dia yang telah menghipnotis mereka
dengan keberanian dan kecerdikannya.
Akan tetapi, ketika kita memasuki
Kerajaan Kita, kita lakukan cara sebaliknya. Akan kita ciptakan dan
perbanyak Pondok-Pondok Masonik di negeri-negeri seluruh dunia, menyerap
semua orang yang bisa menjadi atau yang merupakan orang-orang terkemuka
dalam kegiatan publik, karena di dalam Pondok-Pondok ini akan kita
adakan kantor intelijen utama dan cara-cara yang berpengaruh. Seluruh
Pondok ini akan kita tempatkan di bawah pusat pengendali, yang hanya
kita saja yang mengetahuinya, sedangkan orang-orang lainnya sama sekali
tidak boleh mengetahuinya. Pusat Pengendali itu akan terdiri dari
sesepuh-sesepuh terpelajar kita. Di Pondok-Pondok itu akan ditempatkan
wakil-wakil yang akan bekerja untuk melindungi pusat pengaturan Masonry
di atas, dan dari sana akan dikeluarkan semboyan dan program. Di
Pondok-Pondok ini akan kita adakan sebuah simpul bersama yang akan
mengikat semua elemen revolusioner dan liberal. Komposisinya akan
mencakup semua lapisan masyarakat. Konspirasi-konspirasi politik paling rahasia akan kita ketahui dan akan berada di bawah kendali kita pada detik konsepsi konspirasi itu disusun .
Keanggotaan Pondok-Pondok ini hampir seluruhnya terdiri dari agen-agen
polisi internasional dan nasional, karena pengabdian mereka itu
ditujukan hanya untuk kita saja, yang tidak dapat digantikan, karena
polisi-polisi itu berada dalam posisi bukan hanya untuk melakukan
tindakan-tindakan khusus terhadap pembangkangan saja, tetapi juga untuk
menjadi tabir bagi kegiatan-kegiatan kita, dan menyediakan dalih-dalih
terhadap orang-orang yang tidak puas, dan sebagainya.
Golongan rakyat yang paling berhasrat
memasuki perkumpulan-perkumpulan rahasia adalah mereka yang punya
kecerdikan, orang-orang berkarir, dan rakyat biasa yang umumnya
gampangan, yang dengan mereka itu kita tidak akan mendapat kesulitan
dalam berurusan dan dalam menggunakan mereka untuk menghidupkan
mekanisme mesin yang kita buat ini. Bila berkembang kekacauan pengertian
dari sesuatu hal menjadi pengertian yang lain, maka kita harus
mengaduk-aduknya untuk memecah solidaritasnya yang terlalu kuat. Tetapi,
apabila harus dimunculkan di tengah-tengahnya sebuah konspirasi, maka
pada puncak konspirasi itu harus pelayan-pelayan kita sendiri yang
paling terpercaya . Harus dibiasakan bahwa kita dan bukan orang
lain yang memimpin kegiatan-kegiatan Masonik, karena kita tahu ke arah
mana kita ini sedang memimpin, kita tahu tujuan akhir dari setiap bentuk
kegiatan, sementara Goyim tidak mempunyai pengetahuan apa pun, bahkan
tidak pula tahu apa-apa tentang akibat langsung dari suatu tindakan;
yang biasanya mereka lakukan perhitungan sementara, yang menurut mereka
memuaskan, yang didasarkan pada opini mereka sendiri, dengan tujuan
untuk menyelesaikan pemikiran mereka tanpa menandai kembali konsepsi
inti yang tidak pernah timbul dari inisiatif mereka, melainkan dari
masukan kita yang berasal dari pemikiran mereka .....
Goyim memasuki Pondok-Pondok kita tanpa
disertai rasa ingin tahu, atau hanya untuk sekedar mendapatkan sedikit
kue publik saja, atau sebagian lainnya berupaya melakukan audiensi
publik untuk mencapai khayalan-khayalan mereka yang tidak bermanfaat dan
tidak pula berdasar. Mereka haus akan emosi keberhasilan dan aplaus,
yang dalam perkara ini kita sangat bermurah hati. Dan alasan mengapa
kita buat mereka itu berhasil adalah untuk menimbulkan rasa bangga diri
mereka sendiri, yang timbul dari keberhasilan itu, karena tanpa disadari
mereka telah menyerap semua anjuran-anjuran kita tanpa berpikir panjang
lagi, dengan keyakinan penuh bahwa karena rasa bebas-salah itulah yang
telah melahirkan pemikiran-pemikiran mereka, yang membuat mereka
mustahil meminjam pemikiran-pemikiran orang lain ..... Dapat anda
bayangkan betapa mudahnya membawa orang terbijak dari Goyim itu ke dalam
alam bawah sadar yang naif ketika mereka berada dalam kondisi
kecongkakan diri yang tinggi, dan pada saat yang sama betapa mudahnya
mengambil hati mereka dengan sedikit kegagalan yang tidak lebih dari
sekedar kemacetan dalam mendapatkan aplaus, dan kemudian mereduksi
mereka menjadi tunduk patuh bagai budak belian hanya demi mendapatkan
keberhasilan itu ..... Sebanyak kita meremehkan keberhasilan mereka
hanya jika mereka dapat melaksanakan rencana-rencana mereka, sebanyak
itu pula Goyim bersedia mengorbankan semua rencana mereka hanya karena
mengharapkan keberhasilan. Situasi psikologis mereka seperti ini secara
material memudahkan kita melakukan tugas menuntun mereka ke arah yang
kita telah tetapkan. Macan-macan ini bernyali domba, dan angin pun bebas
menghantam kepala-kepala mereka. Telah kita bicarakan dengan mereka
semua urusan yang mereka senangi yang mengangkut masalah penyerapan
individualitas ke dalam unit kolektivisme simbolik ..... Mereka belum
pernah dan tidak akan pernah membayangkan betapa hal-hal yang mereka
senangi itu sebenarnya merupakan sebuah wujud pelanggaran terhadap hukum
alam yang paling esensial, yang telah ditetapkan sejak awal mula
penciptaan dunia ini satu unit, yang tidak menyerupai penciptaan
lain-lainnya, yang persis sekali bertujuan untuk melembagakan
individualitas .....
Bila kita telah berhasil menggiring
mereka ke puncak kedunguan buta seperti itu, maka bukankah hal itu
merupakan bukti dan bukti nyata yang mencengangkan tentang betapa
terbelakangnya tingkat kecerdasan Goyim dibanding tingkat kecerdasan
kita? Hal inilah yang terutama menjamin keberhasilan kita.
Dan betapa jauhnya pandangan para
sesepuh terpelajar masa lalu kita, ketika mereka mengatakan bahwa untuk
mencapai sebuah akhir yang sesungguhnya ia berkewajiban untuk tetap
terus dengan segala cara menghitung korban-korban yang dikurbankan untuk
meraih tujuan tersebut..... Kita belum menghitung korban-korban dari
benih sapi goy, meski kita telah mengorbankan banyak orang kita sendiri,
tapi untuk mencapai tujuan tersebut kita sekarang ini benar-benar telah
menempatkan mereka pada posisi seperti itu di bumi ini, yang belum
pernah mereka mimpikan sebelumnya. Jumlah korban yang relatif kecil dari
pihak kita telah melestarikan terhindarnya nasionalitas kita dari
kehancuran.
Kematian itu merupakan tujuan yang pasti
dari kita semua. Adalah lebih baik untuk membawa kematian itu lebih
dekat kepada mereka yang menghalang-halangi urusan-urusan kita daripada
kepada diri kita sendiri atau kepada para pendiri gagasan kita ini. Kita
eksekusi orang-orang Mason dengan cara sedemikian rupa di mana tak
seorang pun yang menyelamatkan persaudaraan itu bisa mencurigai hal ini,
dan tidak pula korban-korban itu sendiri, terhadap hukuman mati kita
ini, mereka semua mati pada saat diperlukan, seolah-olah disebabkan oleh
penyakit biasa ..... Meski mengetahui tentang hal ini, namun
persaudaraan itu sendiri tidak berani melakukan protes. Dengan
metoda-metoda seperti ini telah kita cabut dari tengah-tengah Masonry
itu akar inti dari protes terhadap disposisi kita. Sambil mengkhotbahkan
liberalisme kepada Goyim, pada saat yang sama kita jaga rakyat dan
agen-agen kita pada ketundukan tanpa protes.
Di bawah pengaruh kita pelaksanaan
hukum-hukum Goyim telah direduksi hingga sekecil-kecilnya. Wibawa hukum
telah dihancurkan oleh interpretasi-interpretasi liberal yang disusupkan
ke dalamnya. Dalam urusan-urusan dan masalah-masalah paling penting dan
mendasar hakim-hakim mengambil keputusan seperti yang kita diktekan
kepada mereka, dengan melihat materi-materi hukum itu berdasarkan
hukum-hukum yang kita bungkus untuk pemerintahan Goyim, yang sudah tentu
melalui orang-orang yang menjadi alat-alat kita, meski kita tidak naik
ke permukaan, agar segala sesuatunya nampak bersesuaian dengan mereka -
melalui opini di koran-koran atau dengan cara-cara lain ..... Bahkan
para senator dan penyelenggara pemerintahan yang lebih tinggi pun
menerima saran-saran kita. Otak Goyim yang memang benar-benar kasar itu
tidak akan mampu menganalisa atau mengamati, dan bahkan tidak pula bisa
meramal ke arah mana perginya kecenderungan pengaturan perkara tertentu
itu.
Dengan adanya perbedaan dalam kemampuan
berpikir antara Goyim dengan kita, maka bisa dilihat secara jelas betapa
setempel posisi kita sebagai Orang-Orang Pilihan Tuhan, serta kualitas
manusia kita yang lebih tinggi, yang sangat berbeda dengan kekasaran
otak dari Goyim. Mata mereka nyalang, tapi tidak bisa melihat apa pun di
hadapan mereka, dan tidak pula bisa melakukan penemuan (kecuali mungkin
untuk hal-hal yang bersifat materi). Dari sini jelaslah bahwa Natur-Nya
telah menetapkan kita untuk memimpin dan memerintah dunia ini.
Ketika tiba saat aturan jelas kita, saat
untuk menunjukkan keberkahannya, akan kita buat lagi semua badan
pembuat undang-undang dan semua undang-undang kita menjadi singkat,
sederhana, stabil, tanpa interpretasi apa pun, sehingga siapa saja akan
dapat mengetahui undang-undang itu secara lengkap. Ciri-ciri utama yang
akan berlaku pada mereka adalah ketertundukan pada perintah-perintah,
dan prinsip ini akan dibawakan kepada keagungan yang maha tinggi. Setiap
penyalahgunaan akan lenyap sebagai hasil dari tanggungjawab dari semua,
yang turun hingga ke unit terbawah, di hadapan otoritas tertinggi dari
perwakilan kekuasaan. Penyalahgunaan kekuasaan oleh subordinat terhadap
contoh terakhir ini akan dihukum sangat keras, sehingga tidak seorang
pun ingin melakukan usaha coba-coba dengan kekuatan mereka sendiri. Akan
kita telusuri dengan penuh kewaspadaan semua tindakan pemerintah yang
menjadi tempat bergantung kemulusan jalannya permesinan Negara, karena
kelonggaran pengawasan akan menghasilkan kelonggaran pula di mana-mana.
Dan tidak satu kasus ilegalitas atau penyimpangan kekuasaan pun akan
dibiarkan tanpa contoh hukuman.
Penyembunyian dosa, kerjasama diam-diam
di antara mereka yang berada di pemerintahan - semua bentuk kejahatan
ini akan lenyap setelah adanya contoh-contoh paling awal tentang hukuman
sangat berat ini. Aureol kekuasaan kita ini menuntut kesesuaian, yakni
hukuman kejam bagi pelanggaran paling ringan, demi penegakan keagungan
martabat aureol ini. Bagi terhukum, meski hukuman yang diterimanya itu
mungkin melebihi kesalahannya, akan dihitung sebagai seorang serdadu
yang jatuh dalam pertempuran di ladang pemerintah demi kepentingan
penguasa, prinsip dan hukum, dengan melarang mereka yang memegang
kendali kereta umum untuk berpindah dari jalan raya umum ke jalur-jalur
pribadi mereka sendiri. Misalnya, hakim-hakim kita akan tahu, bahwa
ketika mereka merasa menjatuhkan putusan bagi kebanggaan diri mereka
sendiri, yang karena kebodohan sendiri, memberi ampunan, maka itu
berarti mereka telah melanggar hukum keadilan yang telah dilembagakan,
untuk dijadikan contoh pendidikan bagi manusia-manusia dengan
hukuman-hukuman yang disebabkan oleh penyelewengan, dan bukan karena
memperagakan kualitas-kualitas spiritual dari hakim .....
Kualitas-kualitas semacam itu cocok untuk dilakukan dalam kehidupan
pribadi, tetapi tidak untuk kehidupan publik yang menjadi basis bagi
pendidikan dari kehidupan manusia.
Staff hukum kita yang akan bekerja itu
bukan yang berusia di atas 35 tahun. Pertama, karena orang yang lebih
tua lebih kukuh berpegang pada opini-opini praduga dan kurang bisa
mematuhi arahan-arahan baru; dan kedua, karena usia di bawah 35 tahun
akan memberi kita kemungkinan untuk melakukan tindakan pengamanan yang
lentur dalam penggantian staff, sehingga selanjutnya akan lebih
memudahkan kita untuk membuat mereka tunduk di bawah tekanan kita: dia
yang ingin berada tetap di tempatnya harus menyerahkan kepatuhan buta.
Pada umumnya, hakim-hakim kita itu akan ditunjuk oleh kita hanya dari
kalangan mereka yang benar-benar mengerti bahwa tugas yang mereka harus
jalankan itu adalah untuk menjatuhkan hukuman, menerapkan hukum dan
bukan untuk bermimpi tentang manifestasi-manifestasi liberalisme dengan
mengorbankan program pendidikan dari Negara, sebagaimana Goyim sekarang
ini sedang mengangan-angankannya. Metoda bongkar-pasang staff ini juga
akan menghancurkan setiap solidaritas bersama dari mereka yang berada
dalam tugas yang sama, dan akan mengikat semua untuk kepentingan
pemerintah yang menjadi gantungan nasib mereka. Hakim-hakim generasi
muda ini akan dilatih dalam bidang-bidang tertentu yang menyangkut
tentang pelarangan terhadap pelanggaran-pelanggaran yang bisa
menyebabkan terganggunya kemantapan ketertiban di kalangan rakyat-rakyat
yang menjadi jajahan-jajahan kita.
Di masa-masa sekarang ini hakim-hakim
Goyim menciptakan kemurahan-kemurahan hati pada tiap macam kejahatan,
tidak memiliki pemahaman betul terhadap jabatan mereka, karena para
penguasa pada masa kini dalam pengangkatan hakim-hakim tidak peduli
untuk menanamkan pada diri mereka itu rasa tanggungjawab dan kesadaran
terhadap tugas yang dibebankan pada mereka. Sebagaimana halnya seekor
binatang buas yang membiarkan anak-anaknya pergi sendiri ke luar mencari
mangsa, begitu pulalah halnya dengan Goyim yang memberikan
rakyat-rakyat mereka tempat-tempat yang menyenangkan tanpa berpikir
untuk memberi mereka penjelasan pada mereka tentang apa tujuan dari
penciptaan tempat-tempat itu. Inilah alasannya mengapa
pemerintah-pemerintah mereka itu sedang diruntuhkan oleh
kekuatan-kekuatan mereka sendiri melalui perbuatan-perbuatan dari
pemerintah mereka sendiri.
Ambillah contoh dari akibat-akibat dari perbuatan-perbuatan di atas sebagai pelajaran lain bagi pemerintah kita.
Akan kita cabut akar liberalisme dari
seluruh pos-pos sangat strategis dari pemerintah kita yang menjadi
gantungan untuk pelatihan para subordinat untuk struktur Negara kita.
Pos-pos seperti itu akan diberikan secara eksklusif kepada mereka yang
telah dilatih oleh kita untuk pengaturan pemerintahan. Terhadap
kemungkinan adanya penolakan bahwa pemensiunan terhadap pegawai-pegawai
lama itu akan memberatkan Departemen Keuangan, maka pertama-tama akan
kita katakan bahwa kepada mereka itu akan diberikan beberapa layanan
pribadi sebagai ganti rugi dari apa yang hilang dari mereka, dan kedua,
saya harus mengingatkan bahwa semua uang di dunia ini akan terpusat pada
tangan-tangan kita, yang konsekwensinya adalah bahwa bukan pemerintah
kita yang harus takut terhadap pengeluaran besar itu.
Absolutisme kita dalam segala hal secara
logis akan terus berlaku, dan oleh karena itu Penguasa Agung kita dalam
tiap dekritnya akan dihormati dan mutlak tidak dapat diganggu-gugat:
Pemerintah kita akan mengabaikan semua bisikan tidak karuan, semua
ketidakpuasan, dan akan melenyapkan hingga ke akar-akarnya setiap macam
manifestasi, dalam bentuk tindakan penghukuman sebagai sebuah contoh
karakter.
Akan kita tiadakan hak kasasi, yang akan
ditransfer secara eksklusif sebagai wewenang kita - untuk menjadi hak
yudisial dari dia yang memerintah, karena kita dilarang untuk
mengizinkan konsepsi itu berlaku pada rakyat dengan alasan bahwa
mustahil hal itu diambil sebagai keputusan yang bukan merupakan hak dari
hakim-hakim yang ditetapkan oleh kita. Tapi, apabila hal semacam ini
harus terjadi, kita sendirilah yang akan mengkasasi keputusan itu,
tetapi bersamaan dengan itu kita berikan hukuman contoh kepada hakim
karena kekurangpahamannya terhadap tugas dan tujuan-tujuan dari
pengangkatannya, yang akan digunakan sebagai pencegah berulangnya
kejadian-kejadian seperti itu ..... Saya ulangi lagi bahwa harus diingat
bahwa kita akan mengetahui setiap langkah pemerintah kita yang hanya
perlu diawasi secara ketat agar rakyat itu tetap puas dengan kita,
karena rakyat itu berhak menuntut pejabat yang baik dari pemerintah yang
baik pula.
Pemerintah kita akan memiliki wajah
pelindung paternal yang kebapakan pada sisi penguasa kita. Bangsa kita
sendiri dan rakyat-rakyat jajahan kita akan melihat dengan jelas di
dalam diri orangnya sebagai seorang bapak yang memperhatikan tiap
kebutuhan mereka, tiap tindakan mereka, tiap hubungan mereka satu sama
lain sebagai rakyat, serta tiap hubungan mereka dengan penguasa.
Kemudian mereka akan dengan ketat diberikan pemikiran yang membuat
mereka mustahil untuk mendapat dispensasi dari ruang lingkup dan
tuntunan ini, bila mereka ingin hidup dalam kedamaian dan ketenangan,
bahwa mereka akan mengakui otokrasi dari penguasa kita dengan ketaatan
yang mendekati Apotheosis, terutama apabila mereka percaya bahwa mereka
yang kita angkat itu tidak menempatkan kepentingan mereka sendiri di
atas kepentingan otoritas penguasa melainkan secara membuta saja
melakukan apa yang didiktekan oleh penguasa. Mereka akan gembira karena
kita telah meregulasikan segala sesuatu dalam kehidupan mereka
sebagaimana yang telah dilakukan oleh orangtua-orangtua bijak yang
menginginkan anak-anak mereka patuh dalam tugas dan ketaatan.
Rahasia-rahasia negara kita tidak akan pernah sampai kepada
rakyat-rakyat semua umur selain anak-anak di bawah umur di seluruh
dunia, seperti halnya juga pemerintah-pemerintah mereka sendiri.
Seperti yang anda lihat, saya dapati
despotisme kita itu merupakan hak dan kewajiban. Hak untuk memaksakan
pelaksanaan tugas itu adalah kewajiban langsung dari pemerintah yang
merupakan bapak bagi rakyatnya. Despotisme itu adalah hak dari si kuat
yang ia bisa gunakan untuk kepentingan mengarahkan kemanusiaan kepada
tatanan yang ditetapkan oleh alam, yakni ketundukan. Segala sesuatu di
dunia ini berada dalam keadaan ketundukan, jika tidak kepada manusia,
tentu kepada lingkungan atau kepada karakter dalam diri alam itu
sendiri, dalam segala kejadian, kepada yang lebih kuat. Dan begitu pula
halnya dengan kita yang dalam hal ini sebagai sesuatu yang lebih kuat
demi untuk kebaikan.
Kita wajib tanpa ragu untuk mengorbankan
individu-individu yang melanggar tatanan yang telah mantap, karena di
dalam pemberian hukuman contoh atas kejahatan itu terdapat sebuah
masalah pendidikan besar.
Ketika di atas kepala suci Raja Israel
diletakkan mahkota yang dipersembahkan kepadanya oleh Eropa, maka ia
akan menjadi bapak bagi seluruh dunia. Jumlah korban yang wajib
dipersembahkan oleh dia sebagai konsekwensi dari persetujuan mereka
tidak akan pernah menyamai jumlah korban selama beratus-ratus tahun yang
dilakukan oleh mania maha besar, tiruan dari pemerintah-pemerintah Goy.
Raja kita akan selalu hadir dalam komuni
bersama rakyat-rakyat seluruh dunia, dan menyampaikan pidato-pidatonya
di atas podium, yang kemashurannya akan tersiar pada saat yang sama ke
seluruh dunia.
BACA JUGA TENTANG Protocol Of Zion:
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-23-protocol-of-zion_20.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-23-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-22-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-21-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-20-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-19-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-18-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-17-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-16-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-15-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-14-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-13-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-12-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-11-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-10-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-9-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-8-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-7-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-6-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-5-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-4-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-3-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-2-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/the-protocols-of-learned-elders-of-zion.html
BACA JUGA TENTANG Protocol Of Zion:
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-23-protocol-of-zion_20.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-23-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-22-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-21-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-20-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-19-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-18-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-17-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-16-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-15-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-14-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-13-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-12-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-11-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-10-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-9-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-8-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-7-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-6-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-5-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-4-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-3-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-2-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/the-protocols-of-learned-elders-of-zion.html
0 komentar:
Posting Komentar