Kebutuhan roti tiap hari. Masalah
Politik. Masalah industri. Hiburan-Hiburan. Istana-Istana Rakyat.
"Kebenaran itu Satu." Masalah-Masalah besar.
Kebutuhan pada roti tiap hari memaksa
Goyim untuk tetap bisu dan menjadi hamba-sahaya kita. Agen-agen yang
ditempatkan pada pers kita, yang diambil dari kalangan Goyim atas
perintah-perintah kita, akan membahas segala sesuatu yang tidak
menyenangkan bagi kita, untuk secara langsung menyiarkannya dalam
dokumen-dokumen resmi, dan sementara itu kita secara diam-diam, di
tengah-tengah keriuhan pembicaraan yang begitu memuncak, dengan ringan
akan mengambil keputusan dan melaksanakan tindakan-tindakan yang kita
kehendaki, dan kemudian menyerahkan dokumen-dokumen itu kepada publik
sebagai sebuah fakta yang telah selesai. Tidak seorang pun yang akan
berani menuntut pencabutan keputusan yang telah ditetapkan itu, dan
selain itu, karena keputusan itu akan digambarkan sebagai sebuah
perbaikan ...... Dan seketika itu pula pers akan mengalihkan masalah
yang sedang diperdebatkan itu kepada masalah-masalah baru (bukankah kita
telah melatih orang-orang untuk selalu mencari sesuatu yang baru?),
yang dengan pembahasan-pembahasan atas masalah-masalah yang baru ini,
akan mengalihkan mereka, para mesin penjual keberuntungan yang bodoh
yang bahkan sampai sekarang belum juga bisa memahami bahwa mereka itu
tidak memiliki konsepsi apa pun tentang materi-materi yang sedang mereka
bahas itu. Masalah-masalah politik tidak dapat dicapai selain oleh
mereka yang telah mengajarkan politik itu selama berabad-abad, yaitu
para penciptanya.
Dari semua ini akan anda lihat bahwa
dalam mengamankan opini mob ini kita hanya akan memfasilitasi kerja dari
mesin-mesin kita, dan anda bisa mengatakan bahwa ini bukan untuk aksi,
tapi untuk ucapan yang kita sampaikan tentang masalah ini atau itu,
bahwa kita ini kelihatan sedang mengusahakan pengesahannya. Kita secara
konstan membuat pernyataan publik bahwa kita ini dituntun di dalam semua
perbuatan kita, dengan harapan yang disertai dengan keyakinan kuat,
bahwa kita ini sedang melayani kesejahteraan bersama.
Untuk mengalihkan perhatian orang-orang,
yang mungkin telah sangat menyusahkan kita, dari pembahasan tentang
masalah-masalah politik, maka kita kemukakanlah apa yang kita akui
sebagai masalah-masalah baru dalam politik, yakni masalah-masalah
industri. Dalam situasi ini biarkan saja mereka membahasnya sendiri
dengan konyol! Massa itu disepakati tetap pasif dan tidur terhadap apa
yang mereka itu seharusnya aktif dalam politik (yang kita latih mereka
itu untuk digunakan sebagai alat untuk melawan pemerintah goy) hanya
dalam keadaan sedang mencari pekerjaan-pekerjaan baru, di mana kita
memberi mereka resep tentang sesuatu yang menyerupai obyek politik yang
sama. Agar massa-massa itu sendiri tidak bisa menduga-duga tentang apa
sebenarnya mereka itu, kita harus tetap selalu mengalihkan perhatian
mereka pada hiburan-hiburan, permainan-permainan, rekreasi-rekreasi,
pengumbaran nafsu-nafsu, istana-istana rakyat ..... Sesudah itu kita,
melalui pers, mulai mengusulkan kompetisi-kompetisi dalam kesenian,
sport, dan lain sebagainya ; hal-hal yang sangat diminati ini pada
akhirnya akan mengalihkan perhatian-perhatian mereka dari
masalah-masalah yang mungkin membuat kita harus menghadapi
tentangan-tentangan mereka. Semakin tidak terbiasa dalam merefleksikan
dan membentuk opini mereka sendiri, semakin membuat rakyat itu mulai
berbicara dalam nada yang sama dengan kita, karena kita sendirilah yang
akan memberi mereka arahan-arahan baru untuk mereka pikirkan ..... yang
sudah tentu, melalui orang-orang seperti ini, tidak akan dicurigai
kesolidaritasannya kepada kita.
Peran yang dimainkan oleh orang-orang
liberal, para pemimpi utopia itu, pada akhirnya akan dimainkan ketika
pemerintah kita itu diakui. Sampai saat itu mereka akan tetap melayani
kita dengan baik. Oleh karena itu kita akan terus mengarahkan
pemikiran-pemikiran mereka kepada segala macam konsepsi dengan
teori-teori fantastis, baru, dan nampak progresif, namun sia-sia, karena
kita tidak akan mengisi kepala-kepala kosong dari Goyim itu dengan
kemajuan, dengan keberhasilan yang sempurna, hingga tidak satu pun dari
otak mereka itu yang bisa memahami bahwa di dalam kata liberal ini
terdapat pengertian tentang keberangkatan untuk meninggalkan segala
aspek kebenaran, karena masalah itu bukanlah masalah tentang
penemuan-penemuan materi, dan karena kebenaran itu hanya satu, yang di
dalamnya tidak ada tempat bagi kemajuan ( progress ). Kemajuan itu,
bagaikan sebuah ide yang keliru, bekerja untuk menutupi kebenaran,
sehingga tak seorang pun bisa mengetahui kebenaran itu selain kita,
Manusia Pilihan Tuhan, yaitu wali-wali-Nya.
Ketika kita sampai di Kerajaan kita,
para orator kita akan menjelaskan secara rinci masalah-masalah besar
yang telah menjungkirkan kemanusiaan menjadi terbalik, dengan tujuan
pada akhirnya untuk menggiringnya ke bawah pemerintahan dermawan kita.
Siapa yang akan curiga bahwa semua
rakyat-rakyat ini digerakkan oleh kita untuk mengikuti sebuah rencana
politik yang tak seorang pun bisa mengiranya di tengah-tengah arus
berabad-abad ini?
BACA JUGA TENTANG Protocol Of Zion:
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-23-protocol-of-zion_20.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-23-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-22-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-21-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-20-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-19-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-18-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-17-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-16-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-15-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-14-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-13-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-12-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-11-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-10-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-9-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-8-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-7-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-6-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-5-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-4-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-3-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-2-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/the-protocols-of-learned-elders-of-zion.html
BACA JUGA TENTANG Protocol Of Zion:
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-23-protocol-of-zion_20.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-23-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-22-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-21-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-20-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-19-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-18-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-17-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-16-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-15-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-14-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-13-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-12-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-11-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-10-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-9-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-8-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-7-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-6-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-5-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-4-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-3-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/part-2-protocol-of-zion.html
http://ahmadthoriq-islam.blogspot.com/2014/03/the-protocols-of-learned-elders-of-zion.html
0 komentar:
Posting Komentar